Anambas (Antara Kepri) - Pihak Kepolisian  Sektor Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, masih terus melakukan penyelidikan terkait hilangnya 11 unit laptop yang berada diruang multimedia  SMPN 1 Siantan, Tarempa Kabupaten Anambas pada Minggu (1/6) yang lalu.

Kapolsek Siantan, AKP Indra Jaya mengatakan, anggota Polsek Siantan kini tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Anggota Polsek pun, kini telah disebar disejumlah titik diwilayah di Siantan, termasuk dengan melakukan koordinasi dengan Polsek-polsek lainnya yang ada di Kepulauan Anambas.

"Saat ini  kita terus melakukan penyelidikan terhadap hilangnya sebelas unit laptop yang berada diruang multimedia SMPN 1 Siantan yang sebelumnya dikabarkan raib", ujarnya saat ditemui di Tarempa, Rabu.

Pihak Polsek Siantan yang menerima laporan itu telah melakukan olah TKP. Saat ini, pihaknya juga tengah memeriksa sejumlah saksi guna mendapatkan petunjuk dalam mengusut tuntas kasus pencurian tersebut.

"Saksi-saksi juga kami periksa. Saat ini sudah ada enam saksi. Mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga sekolah. Mereka dimintai keterangan guna mencari petunjuk dalam mengungkap kasus ini. Saat ini masih dalam pengembangan, namun tidak menutup kemungkinan adanya sejumlah saksi lain," ungkapnya.

Pihaknya pun juga mengimbau peran aktif masyarakat sekiranya mengetahui atau melihat adanya orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi SMPN 1 Siantan yang berada di Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur saat-saat sebelum pencurian tersebut diketahui oleh pihak sekolah.

"Ya, dalam hal ini kami juga mengimbau peran serta masyarakat apabila mengetahui atau melihat orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi, khususnya diruang multimedia itu, tidak menutup kemungkinan kita bisa mendapat petunjuk dari situ. Saat ini, anggota juga tengah memantau dan mengawasi kapal-kapal yang masuk maupun berangkat dari Tarempa, termasuk adanya indikasi barang elektronik itu dalam keadaan terjual. Artinya masih dalam pengembangan," tutupnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Siantan, Maimun  saat ditemui mengatakan kabar hilangnya laptop  bantuan pemerintah Provinsi Kepri tahun 2011 tersebut diketahui  dari petugas sekolah yang hendak mematikan lampu pada Minggu (1/6) pagi. Saat ingin mematikan lampu, pihaknya mendapati gembok yang ada dalam keadaan terbuka.

"Dari 11 unit laptop, sembilan diantaranya merupakan laptop yang biasa digunakan anak-anak untuk kegiatan belajar mengajar, lengkap dengan chargernya sekali. Saat ini, anak-anak terpaksa menggunakan satu laptop untuk beberapa anak," ucap Maimun. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir