Polsek Siantan Buru Pencuri Laptop
Kamis, 5 Juni 2014 18:22 WIB
Anambas (Antara Kepri) - Pihak Kepolisian Sektor Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, masih terus melakukan penyelidikan terkait hilangnya 11 unit laptop yang berada diruang multimedia SMPN 1 Siantan, Tarempa Kabupaten Anambas pada Minggu (1/6) yang lalu.
Kapolsek Siantan, AKP Indra Jaya mengatakan, anggota Polsek Siantan kini tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Anggota Polsek pun, kini telah disebar disejumlah titik diwilayah di Siantan, termasuk dengan melakukan koordinasi dengan Polsek-polsek lainnya yang ada di Kepulauan Anambas.
"Saat ini kita terus melakukan penyelidikan terhadap hilangnya sebelas unit laptop yang berada diruang multimedia SMPN 1 Siantan yang sebelumnya dikabarkan raib", ujarnya saat ditemui di Tarempa, Rabu.
Pihak Polsek Siantan yang menerima laporan itu telah melakukan olah TKP. Saat ini, pihaknya juga tengah memeriksa sejumlah saksi guna mendapatkan petunjuk dalam mengusut tuntas kasus pencurian tersebut.
"Saksi-saksi juga kami periksa. Saat ini sudah ada enam saksi. Mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga sekolah. Mereka dimintai keterangan guna mencari petunjuk dalam mengungkap kasus ini. Saat ini masih dalam pengembangan, namun tidak menutup kemungkinan adanya sejumlah saksi lain," ungkapnya.
Pihaknya pun juga mengimbau peran aktif masyarakat sekiranya mengetahui atau melihat adanya orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi SMPN 1 Siantan yang berada di Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur saat-saat sebelum pencurian tersebut diketahui oleh pihak sekolah.
"Ya, dalam hal ini kami juga mengimbau peran serta masyarakat apabila mengetahui atau melihat orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi, khususnya diruang multimedia itu, tidak menutup kemungkinan kita bisa mendapat petunjuk dari situ. Saat ini, anggota juga tengah memantau dan mengawasi kapal-kapal yang masuk maupun berangkat dari Tarempa, termasuk adanya indikasi barang elektronik itu dalam keadaan terjual. Artinya masih dalam pengembangan," tutupnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Siantan, Maimun saat ditemui mengatakan kabar hilangnya laptop bantuan pemerintah Provinsi Kepri tahun 2011 tersebut diketahui dari petugas sekolah yang hendak mematikan lampu pada Minggu (1/6) pagi. Saat ingin mematikan lampu, pihaknya mendapati gembok yang ada dalam keadaan terbuka.
"Dari 11 unit laptop, sembilan diantaranya merupakan laptop yang biasa digunakan anak-anak untuk kegiatan belajar mengajar, lengkap dengan chargernya sekali. Saat ini, anak-anak terpaksa menggunakan satu laptop untuk beberapa anak," ucap Maimun. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Kapolsek Siantan, AKP Indra Jaya mengatakan, anggota Polsek Siantan kini tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Anggota Polsek pun, kini telah disebar disejumlah titik diwilayah di Siantan, termasuk dengan melakukan koordinasi dengan Polsek-polsek lainnya yang ada di Kepulauan Anambas.
"Saat ini kita terus melakukan penyelidikan terhadap hilangnya sebelas unit laptop yang berada diruang multimedia SMPN 1 Siantan yang sebelumnya dikabarkan raib", ujarnya saat ditemui di Tarempa, Rabu.
Pihak Polsek Siantan yang menerima laporan itu telah melakukan olah TKP. Saat ini, pihaknya juga tengah memeriksa sejumlah saksi guna mendapatkan petunjuk dalam mengusut tuntas kasus pencurian tersebut.
"Saksi-saksi juga kami periksa. Saat ini sudah ada enam saksi. Mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga sekolah. Mereka dimintai keterangan guna mencari petunjuk dalam mengungkap kasus ini. Saat ini masih dalam pengembangan, namun tidak menutup kemungkinan adanya sejumlah saksi lain," ungkapnya.
Pihaknya pun juga mengimbau peran aktif masyarakat sekiranya mengetahui atau melihat adanya orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi SMPN 1 Siantan yang berada di Tanjung Momong, Desa Tarempa Timur saat-saat sebelum pencurian tersebut diketahui oleh pihak sekolah.
"Ya, dalam hal ini kami juga mengimbau peran serta masyarakat apabila mengetahui atau melihat orang-orang yang mencurigakan disekitar lokasi, khususnya diruang multimedia itu, tidak menutup kemungkinan kita bisa mendapat petunjuk dari situ. Saat ini, anggota juga tengah memantau dan mengawasi kapal-kapal yang masuk maupun berangkat dari Tarempa, termasuk adanya indikasi barang elektronik itu dalam keadaan terjual. Artinya masih dalam pengembangan," tutupnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Siantan, Maimun saat ditemui mengatakan kabar hilangnya laptop bantuan pemerintah Provinsi Kepri tahun 2011 tersebut diketahui dari petugas sekolah yang hendak mematikan lampu pada Minggu (1/6) pagi. Saat ingin mematikan lampu, pihaknya mendapati gembok yang ada dalam keadaan terbuka.
"Dari 11 unit laptop, sembilan diantaranya merupakan laptop yang biasa digunakan anak-anak untuk kegiatan belajar mengajar, lengkap dengan chargernya sekali. Saat ini, anak-anak terpaksa menggunakan satu laptop untuk beberapa anak," ucap Maimun. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas Natuna evakuasi penumpang kapal yang kandas di Perairan Anambas
16 September 2024 10:02 WIB, 2024
Polres Kepulauan Anambas Kepri sosialisasikan tertib lalu lintas ke pelajar
13 May 2024 17:23 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB
KPK tegaskan penetapan Yaqut Cholil sebagai tersangka kasus kuota haji sesuai prosedur
11 February 2026 15:46 WIB