AISKI Siap dorong Industri kelapa di Resang
Selasa, 27 Maret 2018 9:27 WIB
Pusat pengolahan sabut buah kelapa di Desa Resang (Antaranews Kepri/Nurjali)
Lingga (Antaranews Kepri) - Badan Pimpinan Pusat (BPP) Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) siap mendorong industri buah kelapa di Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan, asalkan Pemerintah Kabupaten Lingga bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membantu pembenahan infrastruktur di wilayah tersebut.
"Sarana dan prasarana penunjang yang harus segera dibenahi, salah satunya akses jalan yang selama ini menjadi sorotan investor untuk kemudahan berinvestasi," kata Sekretaris Jenderal AISKI Ady Indra Pawennary kepada Antara, Senin.
Dengan pembenahan sarana prasarana penunjang juga akan berdampak pada perkembangan industri kecil (IKM) diwilayah tersebut.
Baca juga: Aiski: Bisnis Keset Kaki Sabut Kelapa Menggiurkan
AISKI sebagai organisasi yang bergerak disektor tersebut tentu akan siap untuk membantu memfasilitasi investor untuk masuk ke Kabupaten Lingga, baik itu di Desa Resang maupun wilayah lainnya yang ingin mengembangkan sektor perkebunan dan pengolan buah kelapa.
Industri pengolahan sabut kelapa saat ini memiliki pasar yang sangat strategis, salah satunya berdasarkan permintaan dari negara Asia Korea Selatan, China dan beberapa negara Eropa. Demikian juga dengan industri untuk pembuatan keset kaki dari sabut kelapa dan sofa dari sabut kelapa yang saat ini cukup diminati pasar didalam negeri.
Selain itu menurutnya Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) memiliki jaringan pasar ekspor yang cukup besar di luar negeri.
"Saya juga sudah bicara dengan Bupati, untuk bulan Oktober ini Lingga sudah melepas ekspor perdana sabut kelapa," katanya.
Untuk itu dirinya berharap keberadaan industri sabut Kelapa di Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan, dapat memberi multiplier effect bagi masyarakat tempatan. Termasuk juga untuk daerah lain seperti Provinsi Jambi dan Riau yang berdekatan dengan wilayah tersebut, yang merupakan penghasil buah kelapa terbesar di Indonesia yang sabut kelapanya saat ini terbuang karena belum diolah secara maksimal.
"Mudah-mudahan Presiden Jokowi berkenan meresmikan ekspor perdana produk sabut kelapa dari Lingga tahun ini," kata penerima Anugrah Pahlawan Indonesias MNC 2015 ini. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
"Sarana dan prasarana penunjang yang harus segera dibenahi, salah satunya akses jalan yang selama ini menjadi sorotan investor untuk kemudahan berinvestasi," kata Sekretaris Jenderal AISKI Ady Indra Pawennary kepada Antara, Senin.
Dengan pembenahan sarana prasarana penunjang juga akan berdampak pada perkembangan industri kecil (IKM) diwilayah tersebut.
Baca juga: Aiski: Bisnis Keset Kaki Sabut Kelapa Menggiurkan
AISKI sebagai organisasi yang bergerak disektor tersebut tentu akan siap untuk membantu memfasilitasi investor untuk masuk ke Kabupaten Lingga, baik itu di Desa Resang maupun wilayah lainnya yang ingin mengembangkan sektor perkebunan dan pengolan buah kelapa.
Industri pengolahan sabut kelapa saat ini memiliki pasar yang sangat strategis, salah satunya berdasarkan permintaan dari negara Asia Korea Selatan, China dan beberapa negara Eropa. Demikian juga dengan industri untuk pembuatan keset kaki dari sabut kelapa dan sofa dari sabut kelapa yang saat ini cukup diminati pasar didalam negeri.
Selain itu menurutnya Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) memiliki jaringan pasar ekspor yang cukup besar di luar negeri.
"Saya juga sudah bicara dengan Bupati, untuk bulan Oktober ini Lingga sudah melepas ekspor perdana sabut kelapa," katanya.
Untuk itu dirinya berharap keberadaan industri sabut Kelapa di Desa Resang Kecamatan Singkep Selatan, dapat memberi multiplier effect bagi masyarakat tempatan. Termasuk juga untuk daerah lain seperti Provinsi Jambi dan Riau yang berdekatan dengan wilayah tersebut, yang merupakan penghasil buah kelapa terbesar di Indonesia yang sabut kelapanya saat ini terbuang karena belum diolah secara maksimal.
"Mudah-mudahan Presiden Jokowi berkenan meresmikan ekspor perdana produk sabut kelapa dari Lingga tahun ini," kata penerima Anugrah Pahlawan Indonesias MNC 2015 ini. (Antara)
Editor : Pradanna Putra
Pewarta : Nurjali
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran minta pemda untuk dorong hilirisasi komoditas pertanian lokal
19 January 2026 15:55 WIB
Mencicipi paduan gurih sagu, kelapa dan ikan tongkol jadi satu di Tabel Mando
20 October 2025 12:14 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Kemenhaj Batam imbau jamaah calon haji ikuti manasik dengan sungguh-sungguh
30 January 2026 14:11 WIB