TPID Kepri optimistis kenaikan harga terkendali
Sabtu, 19 Mei 2018 20:53 WIB
Wakil Ketua TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putra (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepulauan Riau optimistis kenaikan harga yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen pada Mei 2018, bisa terkendali.
"Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK pada Mei diperkirakan mengalami inflasi namun tetap terkendali," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Sabtu.
TPID menilai terdapat lima potensi inflasi, yaitu kenaikan harga pangan serta peningkatan konsumsi selama Ramadhan yang memicu inflasi pada volatile food. Kedua, potensi kenaikan tarif angkuran udara menjelang awal Ramadhan dan mudik Idul Fitri yang dapat memicu administered prices.
Kemudian, peningkatan daya beli konsumen dengan adanya Tunjangan Hari Raya atau gaji ke-13 yang dapat mendorong perilaku konsumtif.
Lalu, penigkatan ekspektasi inflasi pedgang dan konsumen selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, serta potensi peningkatan inflasi inti yang dipengaruhi harga komoditas dunia.
Untuk mengendalikan inflasi, TPID melalukan sejumlah upaya mitigasi selama Ramadhan, di antaranya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok mencukupi dengan inspeksi mendadak ke Bulog dan distributor.
TPID Kepri juga mendorong kegiatan pasar murah yang terintegrasi pada semua kabupaten kota dan operasi pasar jika kenaikan harga signifikan, termasuk melakukan percepatan penyaluran Rastra dan mendorong distribusi bahan pokok melalui RPK dan e-waroeng.
"Melaksanakan pasar TPID sebagai pasar penyeimbang harga," kata dia.
Kemudian berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distriusi BBM dan LPG jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
TPID juga mengimbau otoritas pelabuhan dan bandara untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Lalu, TPID berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk memastikan tidak terjadi kenikan harga tiket melebihi batas atas yang ditetapkan pemerintah dan pemberlakuan penambahan jadwal penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
"Juga berkordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan HET serta ebgimbau seluruh distributir tidak mnaikan harga dan tidak menahan serta menimbun ketersediaan bahan pokok," kata dia.
"Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK pada Mei diperkirakan mengalami inflasi namun tetap terkendali," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Sabtu.
TPID menilai terdapat lima potensi inflasi, yaitu kenaikan harga pangan serta peningkatan konsumsi selama Ramadhan yang memicu inflasi pada volatile food. Kedua, potensi kenaikan tarif angkuran udara menjelang awal Ramadhan dan mudik Idul Fitri yang dapat memicu administered prices.
Kemudian, peningkatan daya beli konsumen dengan adanya Tunjangan Hari Raya atau gaji ke-13 yang dapat mendorong perilaku konsumtif.
Lalu, penigkatan ekspektasi inflasi pedgang dan konsumen selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, serta potensi peningkatan inflasi inti yang dipengaruhi harga komoditas dunia.
Untuk mengendalikan inflasi, TPID melalukan sejumlah upaya mitigasi selama Ramadhan, di antaranya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok mencukupi dengan inspeksi mendadak ke Bulog dan distributor.
TPID Kepri juga mendorong kegiatan pasar murah yang terintegrasi pada semua kabupaten kota dan operasi pasar jika kenaikan harga signifikan, termasuk melakukan percepatan penyaluran Rastra dan mendorong distribusi bahan pokok melalui RPK dan e-waroeng.
"Melaksanakan pasar TPID sebagai pasar penyeimbang harga," kata dia.
Kemudian berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distriusi BBM dan LPG jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
TPID juga mengimbau otoritas pelabuhan dan bandara untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Lalu, TPID berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk memastikan tidak terjadi kenikan harga tiket melebihi batas atas yang ditetapkan pemerintah dan pemberlakuan penambahan jadwal penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
"Juga berkordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan HET serta ebgimbau seluruh distributir tidak mnaikan harga dan tidak menahan serta menimbun ketersediaan bahan pokok," kata dia.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri sebut inflasi Maret 2026 terkendali, lebih rendah dari angka nasional
04 April 2026 14:34 WIB
TPID Kepri jadi garda terdepan kendalikan inflasi, jaga daya beli masyarakat
14 October 2025 13:50 WIB
BI: Energi terbarukan diperkirakan jadi penopang baru bagi ekonomi Kepri
07 May 2025 12:13 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB