Partai Berkarya batal gugat KPU Batam
Selasa, 11 September 2018 15:15 WIB
Partai Berkarya logo. (Ist) (/)
Batam (Antaranews Kepri) - Partai Berkarya membatalkan rencananya untuk menggugat Komisi Pemilihan Umum Batam, terkait sikap KPU yang mencoret seorang bakal calon anggota legislatif yang diajukan.
Kuasa Hukum Partai Berkarya, Kaspol Jihanda di Batam, Kepulauan Riau, Selasa, mengatakan bakal caleg yang namanya dicoret KPU memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan, sehingga tidak perlu ada gugatan.
"Kami belum menggugat, karena yang bersangkutan mengundurkan diri dari caleg. Kemarin baru koordinasi," kata Kaspol.
Ia mengatakan rencana pengunduran diri bacaleg yang dicoret itu sudah disampaikan pada partai dan kuasa hukum. Namun, belum resmi ke KPU.
Terpisah, anggota KPU Batam, Zaki Setiawan membenarkan telah mencoret bakal caleg dari Partai Berkarya karena tidak menyertakan syarat pencalonan untuk narapidana.
Pencoretan itu dilakukan setelah menerima berkas laporan dari masyarakat bahwa bakal caleg yang bersangkutan mantan narapidana.
"Dari 692 bakal caleg, enggak semuanya kami tahu riwayat dan kronologis bakal calon. Baru kami ketahui setelah DCS diumumkan. Dan ketika kami cek dokumen persyaratan, yang bersangkutan belum menyerahkan dokumen sebagai mantan napi, maka kami coret, MS," kata dia.
Kuasa Hukum Partai Berkarya, Kaspol Jihanda di Batam, Kepulauan Riau, Selasa, mengatakan bakal caleg yang namanya dicoret KPU memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan, sehingga tidak perlu ada gugatan.
"Kami belum menggugat, karena yang bersangkutan mengundurkan diri dari caleg. Kemarin baru koordinasi," kata Kaspol.
Ia mengatakan rencana pengunduran diri bacaleg yang dicoret itu sudah disampaikan pada partai dan kuasa hukum. Namun, belum resmi ke KPU.
Terpisah, anggota KPU Batam, Zaki Setiawan membenarkan telah mencoret bakal caleg dari Partai Berkarya karena tidak menyertakan syarat pencalonan untuk narapidana.
Pencoretan itu dilakukan setelah menerima berkas laporan dari masyarakat bahwa bakal caleg yang bersangkutan mantan narapidana.
"Dari 692 bakal caleg, enggak semuanya kami tahu riwayat dan kronologis bakal calon. Baru kami ketahui setelah DCS diumumkan. Dan ketika kami cek dokumen persyaratan, yang bersangkutan belum menyerahkan dokumen sebagai mantan napi, maka kami coret, MS," kata dia.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dewa 19 siapkan pertunjukan live streaming "Pesta Rakyat: 30 Tahun Berkarya"
20 October 2022 8:43 WIB, 2022
Partai Berkarya daftar KPU bersama rombongan menggunakan atribut Papua
12 August 2022 11:26 WIB, 2022
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB