Penjambretan turis Korea di Batam bisa pengaruhi kunjungan wisman
Kamis, 4 Juli 2019 17:06 WIB
Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak. (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumaga Nadeak, menilai aksi penjambretan terhadap wisatawan mancanegara (Wisman) asal Korea di Kota Batam akan berdampak terhadap penurunan jumlah kunjungan wisman ke daerah itu.
Menurut Jumaga, korban tentu akan bercerita ke negara asalnya terkait peristiwa kriminal yang dialaminya itu. Hal ini akan menimbulkan efek jera, khususnya bagi wisman Korea yang hendak berkunjung ke Batam.
"Dengan kejadian ini bukan hanya wisman Korea, tapi wisman negara lainnya termasuk wisatawan lokal sudah pasti takut untuk datang ke Batam," kata Jumaga, di Tanjungpinang, Kamis (4/7).
Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau pihak keamanan, pelaku wisata dan seluruh masyarakat bahu-membahu menciptakan Batam agar tetap kondusif, aman, dan nyaman sebagai daerah kunjungan wisata.
Selain itu, ia turut mengharapkan semua pihak dapat berlaku ramah-tamah terhadap lingkungan dan para wisatawan yang berkunjung ke Batam.
Apalagi selama ini, lanjut Jumaga, Batam menjadi pintu masuk utama sekaligus penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kepri.
"Sektor wisata merupakan modal kita meningkatkan perekonomian daerah. Tidak hanya di Batam, daerah-daerah lainnya di Kepri juga perlu didukung pariwisatanya," sebut Jumaga.
Aksi penjambretan terhadap WNA Korea Selatan bernama Lee, terjadi di Batam Centre, Selasa (2/7/). Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian setempat.
Menurut Jumaga, korban tentu akan bercerita ke negara asalnya terkait peristiwa kriminal yang dialaminya itu. Hal ini akan menimbulkan efek jera, khususnya bagi wisman Korea yang hendak berkunjung ke Batam.
"Dengan kejadian ini bukan hanya wisman Korea, tapi wisman negara lainnya termasuk wisatawan lokal sudah pasti takut untuk datang ke Batam," kata Jumaga, di Tanjungpinang, Kamis (4/7).
Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau pihak keamanan, pelaku wisata dan seluruh masyarakat bahu-membahu menciptakan Batam agar tetap kondusif, aman, dan nyaman sebagai daerah kunjungan wisata.
Selain itu, ia turut mengharapkan semua pihak dapat berlaku ramah-tamah terhadap lingkungan dan para wisatawan yang berkunjung ke Batam.
Apalagi selama ini, lanjut Jumaga, Batam menjadi pintu masuk utama sekaligus penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Kepri.
"Sektor wisata merupakan modal kita meningkatkan perekonomian daerah. Tidak hanya di Batam, daerah-daerah lainnya di Kepri juga perlu didukung pariwisatanya," sebut Jumaga.
Aksi penjambretan terhadap WNA Korea Selatan bernama Lee, terjadi di Batam Centre, Selasa (2/7/). Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian setempat.
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Senator AS Bernie : Gaza harus dibangun untuk rakyat Palestina, bukan turis miliarder
11 February 2025 11:34 WIB
Terduga pelaku pelecehan seksual turis asal Singapura ditangkap polisi
05 January 2025 6:34 WIB, 2025
Polisi pastikan turis Malaysia yang meninggal di Kariman karena sakit
21 October 2024 7:26 WIB, 2024
Wisman asal Australia masuk Islam di Aceh setelah membaca kisah Rasulullah
18 November 2023 5:39 WIB, 2023
Imigrasi Ranai buka pelayanan pelaporan keberadaan WNA secara daring
19 October 2023 18:07 WIB, 2023
Ketua MPR minta turis asing patuhi aturan saat berkunjung ke Indonesia
27 March 2023 11:33 WIB, 2023
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB
Pemkab Natuna tutup perayaan HUT Ke-26 Kabipaten dengan pagelaran kesenian
16 November 2025 8:05 WIB