Logo Header Antaranews Kepri

Pemuda Karimun Dilatih Manfaatkan Limbah

Rabu, 10 November 2010 14:01 WIB
Image Print
Seorang peserta memperliharkan hiasan dinding berbahan gypsum limbah.. (kepri.antaranews.com/Rusdianto).

Karimun (ANTARA News) - Sebanyak 23 pemuda dari sembilan kecamatan di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau dilatih kewirausahaan dengan keterampilan memanfaatkan limbah menjadi benda bernilai ekonomi.

Pelatihan itu diselenggarakan Kantor Pemuda dan Olahraga Karimun di Hotel Erison Tanjung Balai Karimun, Rabu 10 November 2010.

Sri Rezeki, peserta dari Kecamatan Tanjung Balai Karimun mengatakan, pelatihan tersebut menjadi modal bagi kelompoknya untuk mengembangkan industri kerajinan tangan dengan memanfaatkan hasil limbah.

"Kami menyambut baik pelatihan ini sebagai modal bagi kami untuk mendapatkan penghasilan,"katanya.

Sri bersama lima rekannya mengolah bulu ayam dan gabus bekas pembungkus makanan.

Bulu ayam disatukan berbentuk bunga tampak indah jika dijadikan hiasan di ruang tamu. Sedangkan gabus bekas diolah menjadi hiasan dinding berbentuk tulisan Allah dan Muhammad dengan bahasa Arab.

"Bulu ayam cukup bermodalkan lem dan daun dari plastik, sedangkan bulu ayam kami dapatkan dari peternakan ayam,"ucapnya.

Gabus bekas, menurut dia, merupakan pembungkus makanan yang sudah dibuang warga.

"Nilai jualnya cukup bagus, bisa Rp40.000-Rp50.000,"tuturnya.

Dian, peserta asal Kundur Barat mengolah karton bekas menjadi miniatur perahu phinisi.

"Butuh lima hari menyelesaikan satu miniatur perahu,"ucapnya.

Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Karimun Istanto, pelatihan tersebut bertujuann agar pemuda memiliki keterampilan sebagai penghasilan utama maupun tambahan.

"Pemuda yang kami latih berasal dari berbagai profesi, ada pegawai, pengusaha kecil. Ada pulayang belum punya pekerjaan tetap,'' katanya di Tanjung Balai Karimun.

Menurut dia, seluruh bahan baku yang digunakan merupakan limbah atau sampah berupa karton bekas, botol minuman, bulu ayam, triplek bekas, gypsum sisa bahan bangunan dan lainnya.

Barang-barang tersebut diolah menjadi produk kerajinan rumah tangga, seperti hiasan dinding, miniatur perahu dan produk lainnya.

"Pelatihan ini mengedepankan kreativitas pemuda dengan mengolah bahan baku dari sampah menjadi produk yang dapat dilempar ke pasaran," jelasnya.

Dituturkannya, pelatihan kewirausahaan bagi pemuda sangat penting agar siap bersaing dengan pendatang ketika bursa tenaga kerja kawasan perdagangan bebas makin ketat pada 2011.(ANT-028/A013/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026