Rudi terima kunjungan Dubes Jepang

id bp batam, kepri, muhammad rudi, kepala bp batam, wali kota batam, jepang, investasi,dubes jepang,duta besar jepang,masaki yasushi

Rudi terima kunjungan Dubes Jepang

Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, Kamis (28/3). (ANTARA/ HO-BP Batam)

Batam (ANTARA) - Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, Kamis (28/3). Dalam kesempatan itu Rudi menjamin iklim investasi yang nyaman bagi para investor. 

"Bapak tenang saja. Soal usaha di Batam tidak usah khawatir. Jika ada persoalan mengenai usaha di Batam, saya akan tangani langsung persoalan itu," kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Jaminan kenyamanan tidak hanya diberikan kepada investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Batam, namun juga penanam modal yang sudah menanamkan investasinya.

Muhammad Rudi mengatakan, bahwa investasi menjadi hal utama dalam meningkatkan perekonomian di Kota Batam. Maka dari itu, ia akan menggelar “karpet merah” kepada para investor, sebagai upaya untuk membangkitkan investasi di Kota Batam.

Muhammad Rudi, akan terus memperhatikan seluruh komponen yang menjadi kepentingan investasi, yaitu pelebaran akses jalan, pembangunan Bandara dan juga pelabuhan. Pihaknya berharap, hal ini dapat mempermudah akses mobilitas baik di Kota Batam maupun yang ingin ke Kota Batam.

Sementara itu, Masaki mengatakan bahwa Kota Batam merupakan daerah kedua yang dikunjunginya setelah Jakarta, sejak ditugaskan sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada 22 Desember 2023 lalu. Batam katanya, merupakan daerah terpenting bagi Jepang dalam mengembangkan perekonomian.

"Di Batam ada 27 perusahaan Jepang yang beroperasi. Disamping itu, juga ada ratusan warga Jepang yang ada disini. Jadi, Batam salah satu kota terpenting bagi Jepang," ujarnya.

Ia berharap, akan ada perusahaan-perusahaan asal Jepang lain yang beroperasi di Kota Batam. Sehingga semakin memperkokoh hubungan luas antara Jepang dan Indonesia, khususnya Kota Batam.

"Semoga semakin banyak lagi dan menjadi negara investasi terbesar kedua di Batam," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, PMA asal Jepang masuk 5 besar investasi asing di Batam dengan total realisasi 22,652 juta dolar AS dari 43 proyek sepanjang 2023. 

Baca juga:
 Rudi: Industri digital jadi mesin penggerak ekonomi baru

Perusahaan manufaktur Tiongkok rencana kembangkan usaha di Batam

Kemlu RI kunjungi BP Batam, bahas peluang investasi

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE