Logo Header Antaranews Kepri

KPID Kepri Siapkan Program Informasi Perbatasan

Selasa, 27 Maret 2012 23:57 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau menyiapkan program untuk meningkatkan informasi dan interaksi masyarakat daerah perbatasan.

"Program pertama yang segera kami laksanakan ialah memperkuat penyiaran perbatasan agar masyarakat Kepulauan Riau tidak terpegaruh informasi negatif dari luar yang selama ini lebih banyak mereka terima," kata Koordinator Bidang Hukum dan Perizinan KPID Kepulauan Riau (Kepri) Hos Arie Ramadhan Sibarani di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat Kepri lebih banyak mendapat informasi dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura daripada informasi dari dalam negeri akibat lebih banyaknya siaran TV dan radio dari kedua negara tersebut.

"Derasnya informasi negara luar yang masuk dan diterima oleh masyarakat perbatasan, akan mengancam budaya dan pranata sosial bangsa. Perlu standar program siaran (SPS) untuk membatasi isi siaran dari luar negeri. Maka penguatan penyiaran perbatasan harus ditingkatkan," pungkasnya.

Selain itu, kata dia, KPID meminta agar pemerintah pusat lebih memperhatikan praktek penyiaran di daerah perbatasan.

"Penguatan penyiaran di wilayah perbatasan ini di antaranya dilakukan melalui kemudahan perizinan radio komunitas dan penguatan frekuensi radio di daerah," kata Arie.

Ia juga mengatakan, akan menjalin kerja sama dengan lembaga terkait di perbatasan dalam melaksanakan program tersebut.

Sekretaris Komunitas Merah Putih Kepri Suprapto di Batam, Minggu (25/3), mengatakan Pemanfaatan teknologi informasi (TI) di Kepri masih sangat minim untuk menjalin komunikasi dan merekatkan silaturahim masyarakat di kawasan perbatasan.

"Bahkan masih banyak masyarakat di daerah perbatasan yang belum terbiasa dengan penggunaan TI," kata dia.

Ia mengatakan, pemanfaatan TI seharusnya lebih diperkuat bagi masyarakat di kawasan perbatasan, agar mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan yang cepat mengenai perkembangan di sekitarnya.

"Selain akan menjadikan masyarakat di perbatasan tidak lagi tertinggal dan mampu mengikuti perkembangan zaman, pemanfaatan TI juga akan lebih memupuk rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan, sangat rawan dengan derasnya perkembangan informasi dari negara luar, sementara informasi dari negara sendiri, terkadang justru tertinggal.

(KR-LNO/R010)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026