Logo Header Antaranews Kepri

PSDKP dapat Tambahan Dua Kapal

Selasa, 24 Desember 2013 06:44 WIB
Image Print

Batam (ntara Kepri) - Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan meresmikan Kantor Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam dan penggunaan dua kapal ukuran 42 dan 30 meter untuk pengamanan Laut China Selatan dan perairan Sorong, Papua.

"Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 002 dengan panjang mencapai 42 meter akan dioperasikan di kawasan Laut China Selatan sekitar perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dan KKP Hiu 011 dengan panjang sekitar 30 meter akan digunakan untuk pengawasan perairan Raja Ampat Papua. Dua-duanya mampu berlayar hingga Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indoesia," kata Sekjen KKP, Sjarief Widjaja di Pulau Setokok, Batam, Senin.

Ia mengatakan, Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutuk 002 memiliki kecepatan diatas 20 knot, daya jelajah 2.160 mil laut dan memiliki 20 anak buah kapal.

Sementara Kapal Pengawas Hiu 011 memiliki kecepatan maksimal 28 knot, daya jelajah minimal tiga hari dengan 15 orang ABK.

"Dua wilayah tersebut merupakan titik paling banyak terjadi kasus pencurian ikan karena merupakan pintu masuk ke walayah Indonesia yang memiliki banyak ikan. Sehingga pengawasan perlu ditingkatkan," kata dia.

Ia mengatakan, untuk wilayah Laut China Selatan, pencurian ikan masih sering dilakukan kapal-kapal nelayan asing dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

"Pada tahun ini sudah 85 kasus di perairan Laut China Selatan dinyatakan 'inkracht' (berkekuatan hukum tetap) oleh pengadilan. Jika 1 kapal rata-rata harus ditebus oleh pemiliknya Rp20 miliar, maka uang negara yang diamankan sudah diatas Rp150 miliar. Belum untuk wilayah lain," kata Sjarief.

Sjarief mengatakan dengan dioperasikannya dua kapal tersebut, saat ini KKP memiliki 27 kapal patroli namun hanya 17 yang mampu berlayar sampai ZEE. Empat diantaranya berukuran panjang hingga 60 meter.

Kapal-kapal tersebut, kata dia rata-rata masih baru dan dibuat oleh galangan kapal dalam negeri yang memiliki kualitas bagus.

"Kami akan terus memperkuat armada kapal pengawas agar kasus pencurian ikan bisa dikurangi. Peningkatan jumlah armada, juga diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Sjarief.

Ketua Komisi IV DPR RI, Mochammad Romahurmuziy yang juga hadir di Batam mengatakan, akan mendorong pembangunan kapal-kapal patroli berukuran besar agar mampu menjelajah pada wilayah-wilayah rawan pencurian.

"KKP memerlukan kapal-kapal besar agar bisa maksimal dalam pengawasan. Tahun depan juga direncanakan akan ada tambahan empat kapal dengan ukuran besar yang akan menambah armada PSDKP," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026