Logo Header Antaranews Kepri

Sani Komitmen Sejahterakan Pekerja

Minggu, 22 November 2015 19:07 WIB
Image Print
Ini tidak bisa ditawar lagi. Pemerintah harus memberikan yang terbaik kepada tenaga kerja

Batam (Antara Kepri) - Peserta pilkada Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani berkomitmen menyejahterakan pekerja bila terpilih sebagai gubernur peride 2015-2020.

"Ini tidak bisa ditawar lagi. Pemerintah harus memberikan yang terbaik kepada tenaga kerja," kata Muhammad Sani saat bertemu Forum Komunikasi Pekerja Oil-Gas (FKPOG), sebagaimana rilis yang diterima di Batam, Minggu.

Sani bertekad memperjuangkan nasib pekerja dari tiga sisi, yaitu meningkatkan investasi yang menyerap banyak tenaga kerja, menciptakan tenaga kerja kompetitif dan meningkatkan usaha kecil menengah (UMKM).

Ia mengakui tiga upaya itu membutuhkan kerja keras, tidak semudah membalik telapak tangan.

"Ini harus segera dimulai dan tidak bisa ditunda lagi," tegasnya.

Untuk meningkatkan investasi maka dibutuhkan suasana yang kondusif.

Ia percaya Kepri khususnya Batam memiliki tenaga kerja yang andal dan mampu bersaing, hanya belum mendapatkan kesempatan.

"Yang jadi permasalahan dihadapi tenaga kerja kita adalah kesempatan. Kesempatan ini harus dibuka. Satu-satunya jalan adalah sertifikasi tenaga kerja yang ahli," kata Sani.

Ia bertekad akan membuka balai latihan kerja (BLK) yang berafiliasi dengan badan internasional sehingga tenaga kerja di Kepri tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

"Ini akan menjadi fokus kami. Dengan adanya persaingan yang cukup tinggi, keahlian tenaga kerja harus ditingkatkan," katanya.

Ketua Dewan Penasihat FKPOG Kepri Zulkifli Ismail mengatakan FKPOG dibentuk untuk menjawab kebimbangan pekerja dalam menghadapi MEA yang tidak membatasi pekerja asing untuk bekerja di Batam.

Ia mengatakan, untuk menghadapi MEA, tenaga kerja harus dipersiapkan dengan sertifikasi dan kompetensi.

Sama dengan Muhammad Sani, dia juga meyakini Kepri memiliki banyak tenaga kerja dengan keahlian yang tidak kalah dengan tenaga asing. Terbukti dengan dilibatkannya tenaga kerja asal Kota Batam pada mega proyek berskala internasional, terutama di bidang konstruksi minyak dan gas.

"Kami berharap tenaga kerja di sini tidak hanya jadi penonton. Ini harus harus dibendung," kata Zulkifli.

Pilkada Kepri diikuti dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur, yaitu Muhammad Sani-Nurdin Basirun dengan nomor urut satu dan Soerya Respationo-Ansar Ahmad nomor urut dua.

Pasangan calon kepala daerah Muhammad Sani-Nurdin Basirun diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, Partai Gerindra dan PKB, sedangkan Soerya Respationo-Ansar Ahmad diusung PDIP, PAN, Partai Hanura dan PKS. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026