Logo Header Antaranews Kepri

FKPT Kepri: Waspadai Pengajian Eksklusif

Jumat, 13 Mei 2016 18:46 WIB
Image Print
Warga harus aktif membantu pemerintah untuk menutup akses aliran sesat

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Provinsi Kepulauan Riau (FKPT Kepri) mengimbau seluruh warga masyarakat di wilayahnya mewaspadai pengajian tertutup atau eksklusif.

"Warga harus aktif mengawasi lingkungannya, jangan sampai ada kegiatan-kegiatan tertentu yang menjadi atensi negara, tetapi tidak diketahui. Salah satu kegiatan yang harus diwaspadai, pengajian tertutup," kata Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli di Tanjungpinang, Jumat.

Dia mengatakan, pengajian yang benar tidak akan tertutup, karena ajaran yang disampaikan perlu diketahui oleh warga. Sebaliknya, pengajian tertutup memperkuat dugaan ada aktivitas yang dilarang agama dan negara.

Di Kepri, kata dia, sejumlah kelompok yang menyebarkan ajaran sesat dalam pantauan, bahkan yang sudah meresahkan masyarakat dan menimbulkan konflik sudah ditutup pemerintah.

Tindakan yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum itu dicurigai tidak serta merta memadamkan aktivitas pengikut aliran sempalan tersebut. Karena itu, pengawasan dari warga harus diperketat.

"Warga harus aktif membantu pemerintah untuk menutup akses aliran sesat," katanya.

Terkait aktivitas kelompok atau organisasi radikal juga perlu diawasi dan dicegah jangan sampai masuk Kepri.

Kampus merupakan salah satu target organisasi radikal dalam merekrut mahasiswa sebagai anggota. Namun di sisi lain, kata dia mahasiswa seharusnya mahasiswa dapat menjadi benteng untuk mencegah organisasi yang memiliki pemahaman radikal masuk kampus.

"Kami minta agar lingkungan kampus atau perguruan tinggi dijaga dari paham radikalisme dan terorisme," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026