Akhirnya Pelabuhan Pelni Batam Lebih Manusiawi

id Pelabuhan,Pelni,Batam,ignasius,jonan,menteri,perhubungan,Manusiawi,kelud,beton,sekupang,batu,ampar

Pelabuhan ini jauh lebih layak bagi calon pemudik. Hanya saja, banyak yang mengeluhkan katanya dermaga dengan ruang tunggu jauh
SETELAH sekira 10 tahun ribuan pemudik Kota Batam, Kepulauan Riau musti berdesak-desakan di terminal penumpang kapal Pelni yang menyerupai kandang, akhirnya mulai tahun 2016, pemudik bisa menikmati terminal yang lebih manusiawi.

Adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang ngotot agar Pelabuhan Kapal Pelni segera dipindah dari Pelabuhan Beton Sekupang ke Pelabuhan Batuampar.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Beton Sekupang Batam, Jumat (17/6), Jonan kecewa dengan kondisi pelabuhan Pelni yang menurutnya menyerupai kandang.

Sejurus kemudian, ia langsung menginstruksikan kapal Pelni dipindahkan ke Pelabuhan Batuampar yang selama ini sebagai pelabuhan kargo.

"Saya minta Pelabuhan Pelni (Pelabuhan Beton Batam) dipindah ke Batuampar Senin (20/6) ini juga. Kondisinya sangat tidak layak lagi untuk melayani penumpang mudik," kata Menteri.

Bagaimana tidak, terminal ruang tunggu di Pelabuhan Beton Sekupang tidak berdinding batu, melainkan semacam seng. Ruangan juga tidak dilengkapi ventilasi memadai, juga tanpa langit-langit, sehingga udara panas. Apalagi, hanya terapat beberapa buah kipas angin tempel di dalamnya yang sebagian dalam kondisi rusak.

Bangunan itu juga lowong begitu saja, tidak ada pembagian ruang tunggu, ruang pemberangkatan, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.

Untuk ringkas, bangunannya menyerupai hanggar pesawat.

Sebenarnya, Menteri adalah orang ke sekian yang meminta Pelabuhan Pelni dipindah dari Pelabuhan Beton Sekupang. Pada 2014, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis juga sempat meminta otoritas segera memindahkan. Sayang, permintaannya hanya dianggap angin lalu.

Pelni tetap menggunakan Pelabuhan Beton pada musim mudik Lebaran 2015, dan awal musim mudik 2016.

Batuampar

Awalnya, banyak pihak yang meragukan kesiapan Pelabuhan Batuampar melayani penumpang kapal Pelni.

Selain dianggap terburu-buru, Pelabuhan Batuampar selama ini dioperasikan sebagai pelabuhan kargo untuk kebutuhan industri di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.

Badan Pengusahaan Kawasan Batam, sebagai otoritas pelabuhan menyatakan sulit untuk memindahkan terminal Pelni dari Pelabuhan Beton Sekupang ke Pelabuhan Batuampar, seperti keinginan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Purnomo Andi Antono menyatakan Pelabuhan Batuampar belum memiliki ruang tunggu penumpang yang layak, sama seperti Pelabuhan Beton Sekupang.

"Mengapa Pak Menteri mau memindahkan Pelabuhan Beton Sekupang yang digunakan penumpang kapal Pelni, waktu beliau meninjau terminalnya yang dikelola PT Persero Batam tidak dilayani seperti terminal melainkan terminal tersebut merupakan gudang yang dihibahkan. Dan untuk Pelabuhan Batuampar sama saja tidak ada terminal yang layak untuk penumpang," kata Andi Antono.

Ia mengatakan perlu kajian mendalam untuk memindahkan terminal kapal Pelni ke Pelabuhan Batuampar, karena sejak awal adalah pelabuhan kargo.

Namun, keraguan itu dijadikan tantangan oleh Kepala Kantor Pelabuhan Batam Yulianus.

Instruksi Menteri langsung dijawab dengan upaya membenahi Pelabuhan Batuampar, agar bisa melayani penumpang Kapal Pelni.

"Kami siapkan terminalnya, sistem transportasinya, sandarnya seperti apa, semuanya diberesin," kata dia.

Ia merancang kapal Pelni bersandar di Dermaga Selatan, dan terminal penumpang menggunakan bekas terminal feri internasional Batuampar mulai Jumat (24/6).

Ruangan-ruangan di terminal penumpang disiapkan dengan fasilitas standar seperti ruang ruang menyusui, karantina, posko mudik, jasa raharja dan lainnya.

"Untuk itu sudah siap, pasti. Karena ruangan memang sudah ada bekas yang dulu," kata dia.

Ruang tunggu penumpang diperkirakan mampu menampung sekira 2.000 penumpang. Kantor pelabuhan juga memasang pendingin ruangan untuk kenyamanan penumpang.

Ia optimistis dengan segala persiapan itu, maka Pelabuhan Batuampar bisa digunakan untuk turun-naiknya penumpang kapal Pelni.

Pindah

Akhirnya, dengan persiapan kurang dari sepekan, Pelabuhan Pelni dipindahkan dari Pelabuhan Beton Sekupang ke Pelabuhan Batuampar mulai Jumat (25/6).

Pelayaran perdana di Pelabuhan Batuampar itu melayani sekitar 1.800 orang pemudik dari Batam yang berangkat ke Belawan Medan, Sumatera Utara.

PT Pelni bersama Kantor Pelabuhan Batuampar menyiapkan lima bus khusus untuk mengantar penumpang dari terminal penumpang ke dermaga tempat KM Kelud bersandar, demi kenyamanan penumpang.

"Karena jarak dari terminal ke tempat kapal jauh, maka kami siapkan lima bus," kata Manajer Operasional Pelni Cabang Batam Dahlan Mustofa.

Sementara itu, saat meninjau kesiapan pelayanan arus mudik kapal Pelni perdana di Pelabuhan Batuampar Batam, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian menilai semuanya berjalan baik.

"Pelabuhan ini jauh lebih layak bagi calon pemudik. Hanya saja, banyak yang mengeluhkan katanya dermaga dengan ruang tunggu jauh," ujarnya.

Sam mengatakan sudah melihat seluruh bagian dari pelabuhan yang dalam beberapa hari ke depan akan dipadati calon pemudik baik tujuan Jakarta maupun Medan.

Polda menurunkan sekitar 3.000 personel dalam Operasi Ramadhaniyah Seligi 2016 untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

Seorang pemudik tujuan Medan, Syahrul juga menyatakan lebih senang dengan Pelabuhan Batuampar ketimbang Pelabuhan Beton Sekupang.

"Lebih manusiawi di sini. Hanya saja kendalanya jauh dari tempat bersandar kapal, tapi tidak mengapa," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar