Kapal Surya Mentari Tenggelam di Pulau Sayak

id Kapal,Surya,Mentari,Tenggelam,Pulau,lantamal,tanjungpinang,Sayak,singkep

Sampai sekarang tim gabungan masih mencari korban. Kondisi cuaca tidak bersahabat

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kapal Layar Motor Surya Mentari II diduga tenggelam di perairan Pulau Sayak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, dua dari delapan awak kapal belum ditemukan.

Komandan Pengkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno, di Tanjungpinang, Senin, memerintahkan anggotanya yang bertugas di Pengkalan Angkatan Laut (Lanal) terdekat untuk mencari kapal dan awak kapal yang belum ditemukan.

"Skala prioritas pertolongan adalah selamatkan nyawa anak buah kapal itu," kata Eko.

Berdasarkan keterangan Tjahyo, seorang korban yang berhasil diselamatkan tim gabungan, lima korban lainnya berhasil ditemukan Aria, Suhendi Priyatno, Bagus Tri Saputra, Wahid Mutako, dan Darwis. Saat ini mereka diamankan di Pos Polair Sungsang, Sumatra Selatan.

Sedangkan korban yang belum ditemukan Mangandro, nakhoda kapal dan Firmansyah, juru masak di kapal.

"Sampai sekarang tim gabungan masih mencari korban. Kondisi cuaca tidak bersahabat," ujarnya.

Ia menduga KLM Surya Mentari II sudah bergeser dari lokasi awal karena dibawa arus laut yang kuat. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya muatan kapal yang mengapung di laut.

Kapal Surya Mentari II bertonase 111 GT merupakan jenis kapal kargo, berbendera Indonesia membawa muatan 25.000 kotak minuman ringan (minuman kaleng). Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Karimun pada Rabu (24/5) pukul 23.00 WIB dengan tujuan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Sehari berlayar, KLM Surya Mentari II sempat diperiksa oleh petugas di KRI Halasan-630 di perairan Dabo Singkep. Kapal itu memiliki dokumen yang lengkap sehingga diperbolehkan berlayar.

Seharusnya, sesuai dengan waktu pelayaran, dua hari lalu kapal sudah tiba di Pelabuhan Pangkal Balam, namun pemilik kapal Ahau tidak bisa komunikasi dengan nahkoda kapal tersebut.

Kapal itu belum tiba sampai tujuan hingga akhirnya Ahau memutuskan melaporkan permasalahan itu kepada Lanal Batam setelah mendapat informasi dari awak KM jaya Abadi menemukan banyak minuman ringan mengapung di sekitar Pulau Sayak. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE