Pemkot uji publik Ranperda Kawasan Tanpa Rokok

id Wali kota ,tanjungpinang ,Syahrul,Perda,Kawasan tanpa rokok ,Uji publik

Pemkot uji publik Ranperda Kawasan Tanpa Rokok

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul (Antaranews Kepri/Ogen)

Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dalam waktu dekat, karena sangat penting bagi generasi muda mendatang
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan uji publik tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menjelaskan, Ranperda dimaksud mengatur mengenai larangan merokok di tempat-tempat umum. Di antaranya, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, rumah ibadah, bandar udara dan lokasi lainnya.

"Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dalam waktu dekat, karena sangat penting bagi generasi muda mendatang," ujar Syahrul, Selasa (23/10).

Lanjut Syahrul, uji publik Ranperda tersebut telah dilaksanakan di Aula Poltekkes Kemenkes Republik Indonesia Tanjungpinang, dengan dihadiri perwakilan TNI-Polri, akademisi hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Senin (22/10).

Lanjut Syahrul, rokok yang mengandung 4.000 zat kimia antara lain, nikotin bersifat adiktif, tar, karbon monoksida, hidrogen serta formalin dapat membahayakan kesehatan individu dan masyarakat, sehingga perlunya diterapkan Perda mengatur larangan merokok. 

"Merokok dapat mengakibatkan risiko penyakit tidak menular seperti kanker paru-paru, jantung dan lainnya pada perokok aktif maupun pasif jika menghirup asapnya tentunya akan membahayakan kesehatan bagi individu dan masyarakat," papar Syahrul.

Syahrul mengimbau seluruh lapisan masyarakat baik yang merokok maupun tidak merokok untuk mendukung Ranperda dimaksud. Sehingga Kota Tanjungpinang dapat dikatakan sebagai kota sehat bebas dari asap rokok.

"Jadi merokok tidak sembarang tempat. Kalau dulu jangan membuang sampah disebarang tempat. Sekarang kita, jangan merokok di sembarang tempat," tuturnya.

Selain itu, Wali Kota meminta masyarakat untuk membaca mengenai kesehatan sebagai upaya mendukung program pemerintah.

"Kembali kepada ajaran Islam. Kebersihan (kesehatan) itu adalah sebagian dari iman," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar