
Siswa Karimun peringati Hardiknas dengan berkunjung ke penjara

Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Sekitar seratus siswa SMA sederajat di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengisi Hari Pendidikan Nasional dengan berkunjung menggelar studi lapangan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun.
Studi lapangan seratusan siswa dari lima sekolah ini digelar pada Kamis (2/5) difasilitasi Laskar Melayu Bersatu Provinsi Kepri dan Forum Penyelamat Anak Bangsa Kabupaten Karimun dan diterima Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Eri Erawan.
Para siswa mendapat pengarahan dan pengetahuan tentang kehidupan para tahanan dan narapidana yang terkekang dan jauh dari kebebasan sebagaimana layaknya insan merdeka.
Usai mendapat pengarahan, para siswa yang didampingi guru pembimbing diajak keliling meninjau setiap ruang tahanan dan berdiskusi dengan beberapa warga binaan.
"LMB mengajak para siswa ini untuk melihat langsung bagaimana kehidupan di penjara. Tujuannya agar mereka tahu dan tidak terjerumus dalam perbuatan kriminal yang berujung penjara, terutama narkoba," kata Ketua DPW LMB Provinsi Kepri Datuk Panglima Azman Zainal.
Azman Zainal berharap para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mengambil pelajaran dari kehidupan di penjara, dan menginformasikannya kepada teman-teman agar jangan sekali-kali melakukan kejahatan.
"Dengan kunjungan ini, mereka tentu bisa menyimpulkan sendiri bahwa mendekam dalam penjara sangat tidak enak. Karena itu, isilah masa sekolah dengan belajar untuk masa depan," kata dia.
Pada kesempatan itu, Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Eri Erawan mengapresiasi studi lapangan para siswa tersebut.
"Kami sangat menyambut baik kunjungan ini, sejalan peran Rutan sebagai lembaga riset dan bengkel perilaku. Kunjungan ini adalah wisata jiwa dan mereka melihat langsung kondisi dalam rutan dan mencicipi makanan untuk warga binaan," katanya.
Eri mengatakan kehidupan dalam rutan sangat tidak enak, semuanya terbatas dan tidur dalam sel yang juga tidak nyaman.
"Bersyukurlah siswa yang masih bisa menikmati udara bebas. Jangan sekali-sekali berbuat kejahtan yang berujung dihukum dalam tahanan," ujarnya.
Dia berpesan kepada para siswa agar tidak terjurumus dalam narkoba, sebab lebih dari separuh penghuni rutan berasal dari kasus narkoba.
"Jauhi narkoba, dampaknya dipenjara, masuk rumah sakit atau kuburan," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang siswa Muhammad Irgi mengaku telah mendapat pengetahuan sekaligus pelajaran dalam kunjungan tersebut.
"Tadi saya sudah lihat langsung. Sangat tidak enak. Saya bertekad tidak akan pernah sampai ke sini," ucapnya.
Pewarta : Rusdianto
Editor:
Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
