BP Batam promosikan potensi unggulan di Singapura

id bp batam,promosi investasi di singapura,2nd investment

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady saat memaparkan keunggulan yang dimiliki Kota Batam pada kegiatan 2nd Indonesia Investment Day (IID) 2019 di Singapura. (Foto: Dokumentasi Humas BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam memprosikan potensi keunggulan yang dimiliki Kota Batam di Singapura pada kegiatan 2nd Indonesia Investment Day (IID) 2019. 

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, di Batam, Senin, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program BP Batam dalam menjalankan tupoksinya mempromosikan Batam.

"Kegiatan 2nd Indonesia Investment Day 2019 ini merupakan bentuk upaya dan komitmen BP Batam dalam menjalankan tupoksinya mengelola KPBPB sebagai salah satu penopang roda ekonomi di Kepri dan Nasional," katanya.

Kata dia, ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi pihaknya untuk mempromosikan investasi dan ekspor.

"Saat ini BP Batam memiliki mandat dan wewenang untuk menerbitkan skema GSP dan SKA Form A,  SKA Form E dan SKA Form D bagi para investor yang berivestasi di Batam dengan berorientasi ekspor keluar Batam," ujarnya.

Hal itu lanjutnya juga berlaku untuk investor Singapura yang dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Kata dia, dalam acara tersebut dibagi dalam 3 kegiatan. Pertama adalah pembahasan Industri 4.0 yang mana BP Batam bersama dengan dua orang panelis menjadi narasumber di seksi ke 1 tersebut. 

Sesi ke 2 membahas mengenai Pariwisata dan sesi ke 3 adalah Infrastruktur.

"Batam akan siap dalam menerapkan industri 4.0 dan sejak beberapa tahun lalu Batam sudah memiliki industri animasi digital yang dijalankan oleh Kinema Infinite Studio," jelasnya.

Menurutnya, dengan tersedianya fiber optic dan data centre, BP Batam dapat menjalankan program pemerintah Indonesia dalam menerapkan industri 4.0.

"Industri digital dan artificial intelligence (AL) atau kecerdasan buatan yang diterapkan, dapat diatur dalam suatu sistem ilmiah yang saat ini sangat maju dan canggih," paparnya.

Saat ini lanjutnya, BP Batam sedang mengembangkan industri yang lebih terarah dan ramah lingkungan.

Salah satunya adalah pengembangan industri jasa dan industri yang menerapkan basis digital. 

Bahkan lanjutnya, saat ini BP Batam melalui RSBP Batam sudah melakukan ikatan kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan dClinic International, Deloitte South East.

Serta JP Consulting yang merupakan investor asal Australia yang bergerak dalam palayanan kesehatan yang berbasis digital dengan penerapan blockchain dengan nilai kontrak sebesar USD 140 juta.

Selain fokus pengembangan industri yang berbasis digital serta ramah lingkungan, kata Edy, BP Batam juga mengembangkan industri jasa. 

Di antaranya jasa logistik, pelayanan kesehatan, keuangan dan tourism.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar