Golkar belum pastikan Ansar bertarung di Pilkada Kepri

id Golkar,belum,pastikan, Ansar, bertarung, pilkada,pilkada kepri

Golkar belum pastikan Ansar bertarung di Pilkada Kepri

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kepri Asmin Patros (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Partai Golkar sampai sekarang belum memastikan Ansar Ahmad diusung untuk bertarung pada Pilkada Kepulauan Riau 2020.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kepri Asmin Patros, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, Ansar Ahmad, satu dari cukup banyak politisi Partai Golkar yang potensial untuk diusung pada pilkada.

Dalam berbagai rapat internal, diakuinya nama-nama yang potensial bakal diusung Partai Golkar, salah satunya Ansar Ahmad. Namun kondisi politik menjelang Pilkada Kepri masih cair, karena berbagai kemungkinan dapat terjadi.

"Komunikasi dengan partai lainnya untuk berkoalisi sudah terjadi. Ini hanya tinggal pemanasan dan eksekusinya," ucapnya.

Menurut dia, pertimbangan Partai Golkar bukan hanya untuk kepentingan Pilkada Kepri, melainkan juga daerah dan wilayah lainnya yang bersama-sama melaksanakan pilkada tahun 2020. Pertimbangan itu menyangkut status para kandidat yang bertarung pada pilkada seperti menjabat sebagai anggota legislatif, anggota TNI dan Polri, serta ASN.

"Ansar Ahmad sebentar lagi dilantik sebagai anggota DPR, tetapi pertimbangannya buka hanya beliau, melainkan juga kandidat lainnya di seluruh daerah yang melaksanakan pilkada," ucapnya, yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2019 di Kepri.

Dengan kondisi itu, Asmin mengatakan Partai Golkar masih menunggu peninjauan kembali terhadap peraturan yang mengharuskan anggota legislatif, TNI dan Polri, serta ASN harus mengundurkan diri ketikan mencalonkan sebagai anggota legislatif.

Salah satu organisasi yang menggugat atau mengajukan peninjauan kembali terhadap peraturan itu yakni Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia.

"Kami masih menunggu hasil gugatan itu di Mahkamah Konstitusi. Putusan itu tentunya akan mempengaruhi keputusan Partai Golkar dalam menentukan kandidat pilkada," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar