Pemprov Kepri laporkan penutupan destinasi wisata andalan ke Menpar

id lagoi, bintan, kepri, pariwisata

Pemprov Kepri laporkan penutupan destinasi wisata andalan ke Menpar

Salah satu resort di Lagoi, Bintan, sepi kunjungan dampak pandemi COVID-19. Foto ANTARA Kepri/Ogen

Penutupan BLR berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sekitar 500 karyawan
Bintan (ANTARA) - Pemprov Kepri melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melaporkan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahwa Bintan Lagoon Resort (BLR) di Lagoi, Kabupaten Bintan, tutup karena merugi dalam dua tahun terakhir imbas kunjungan sepi.

"Sudah dilaporkan ke Kemenparekraf, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Bintan berhenti beroperasi," ujar Kepala Dispar Provinsi Kepri, Buralimar, Sabtu (8/8).

Buralimar menyebut, Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio prihatin atas penutupan BLR, karena berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sekitar 500 karyawan.

Dalam waktu dekat, kata Buralimar, Menpar akan mengundang pelaku usaha wisata di Lagoi, Nongsa (Batam), dan Dispar Provinsi Kepri untuk membahas nasib pariwisata daerah setempat di tengah wabah COVID-19.

"Kami masih menunggu undangan dari Kemenpar," ucapnya.

Buralimar tidak menampik, jika kondisi perusahaan BLR semakin terpuruk pasca dilanda pandemi COVID-19.

Dia berharap, jangan ada lagi destinasi wisata di Lagoi yang tutup, meskipun pelaku usaha pariwisata di kawasan itu mengeluhkan kunjungan sepi karena kondisi wabah.

Maka itu, pihaknya turut meminta Kemenparekraf mendorong Kemenkumham segera membuka akses masuk wisman ke Lagoi, dengan merevisi Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Orang Asing Masuk/Transit ke Indonesia.

Dengan begitu, lanjutnya, kawasan wisata Lagoi tidak redup atau mati suri. Kawasan wisata lainnya yang turut diusulkan segera dibuka, yakni Nongsa di Batam.

Dua kawasan wisata ini jadi pilot project Kemenparekraf, karena jauh dari pemukiman warga, kemudian memiliki pelabuhan sendiri, sehingga buat sementara waktu wisman tidak tidak perlu ke kota.

"Protokol kesehatan pun sangat ketat, sudah dicek. Kami nilai dua kawasan wisata ini sudah layak dibuka bagi WNA," tuturnya.

Lebih lanjut, Buralimar juga menyebut negara tetangga, Singapura sedang memantau perkembangan COVID-19 di Provinsi Kepri guna mempertimbangkan membuka akses keluar bagi warga negaranya.

"Kunjungan wisman ke daerah kita sangat bergantung dengan Singapura. Selain jadi penyumbang kunjungan terbesar, juga sebagai pintu masuk wisman berbagai negara di dunia ke Provinsi Kepri," jelasnya.

Ketua Tim Posko Lawan COVID-19 Provinsi Kepri di Batam ini turut menyampaikan di era new normal ini, untuk kawasan wisata Lagoi maupun Nongsa telah dibuka untuk wisatawan nusantara (wisnus). Namun, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya wajib swab atau rapid test.

"Tapi kami usulkan agar swab atau rapid test ditiadakan, cukup patuhi protokol kesehatan saja, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan pengukuran suhu tubuh," sebut Buralimar.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar