Presiden bagikan bantuan modal kerja kepada pedagang sayur hingga gorengan

id presiden jokowi

Presiden bagikan bantuan modal kerja kepada pedagang sayur hingga gorengan

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan bantuan modal kerja darurat kepada puluhan pelaku usaha mikro dan kecil dari DKI Jakarta di halaman istana Negara pada Rabu (19/8/2020). ANTARA/halaman twitter @jokowi/pri. (ANTARA/halaman twitter @jokowi)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada pedagang sayur, pedagang siomay, pedagang kopi, pedagang gorengan, dan para pedagang berskala mikro dan kecil lainnya.



Para pelaku usaha mikro dan kecil itu diundang oleh Presiden Jokowi untuk menerima langsung bantuan modal kerja di halaman tengah Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang.



“Saya tahu keadaan bapak ibu semua, omzet turun, keuntungan usaha turun, iya bu? Keadaan memang seperti itu, omzet dulu Rp1 juta sekarang Rp500 ribu, dulu Rp500 ribu sekarang Rp200 ribu, Rp300 ribu, saya ke daerah sama (kondisinya),” kata Presiden Jokowi.



Presiden Jokowi menjelaskan bahwa situasi yang sedang dihadapi para pedagang mikro dan kecil saat ini juga dihadapi oleh para pedagang berskala menengah maupun besar. Tidak hanya di Indonesia, situasi sulit juga sedang dialami oleh 215 negara di dunia yang ikut terdampak COVID-19.



Presiden Jokowi mengajak seluruh pelaku usaha agar tidak patah semangat. Dalam situasi saat ini, seluruh pihak harus berusaha untuk dapat bertahan, dengan cara bekerja lebih keras dari sebelumnya.



“Jangan sampai tutup, harus bertahan supaya keadaan normal, karena itu kita berikan bantuan modal kerja ini,” ujar dia.



Salah satu pedagang yakni Muslihun dari Taman Sari, Jakarta Barat, mengaku omzet dagangannya menurun drastis hingga melebihi 50 persen.



Muslihun berjualan makanan tradisional seperti pecel, lontong dan mendoan. Meskipun sudah menambah jam berjualan, omzet Muslihun belum pulih.



Setiap hari omzet dagangannya tidak pernah lebih dari Rp500 ribu, dibanding ketika sebelum pandemi COVID-19 ketika omzet dagangannya mencapai Rp1 juta per hari.



“Mulai jualan habis Dzuhur, kita sekarang awal, usaha makan siang orang bisa beli, waktunya nambah,” ujarnya.



Nasib lebih naas harus dialami Nahrowi, pedagang kopi dan makanan kecil seperti gorengan ini mengaku usahanya bangkrut saat pandemi COVID-19.



“Saya (berdagang) di dekat Universitas Borobudur. Saya jualan makanan, gorengan, kopi, teh,” cerita Nahrowi kepada Presiden.



Saat Presiden menanyakan omzet yang diperoleh saat sebelum dan sesudah pandemi, Nahrowi mengaku usahanya kini sudah bangkrut.



"Omzet bangkrut Pak," ucap Nahrowi.



Sebelum pandemi, Nahrowi biasa memperoleh omzet hingga Rp600.000 per hari karena tempatnya berjualan kerap disinggahi para pengemudi ojek daring. Namun kini para pelanggan setianya itu tak pernah singgah lagi di lokasi Nahrowi berjualan.



"Anak-anak driver online mampir ke saya suka beli kopi, teh. Sekarang sama sekali tidak. Karena tidak ada mereka, otomatis bangkrut bapak," ujar Nahrowi.



Setelah mendengar cerita Nahrowi, Presiden Jokowi kembali menganjurkan agar para pedagang berupaya keras untuk terus bertahan. Sebab jika usahanya sudah tutup, akan sulit untuk memulai kembali.



Oleh karena itu, bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta diharapkan Presiden dapat dimanfaatkan oleh para pedagang kecil dan mikro seoptimal mungkin.



"Jangan sampai ada tutup, harus buka lagi, karena begitu keadaan normal ada yang mengisi yang lain. Saat normal bapak usahanya berjalan, kalau sudah tutup waduh untuk mulai lagi tidak mudah karena mungkin akan diisi pesaing yang lain, hati-hati,” ujar Presiden Jokowi.



 



 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar