KLHK apresiasi pembinaan ProKlim Tanjungpinang

id Penghargaan ProKlim KLHK,Tanjungpinang,Kepri

KLHK apresiasi pembinaan  ProKlim Tanjungpinang

Panen hasil pertanian di Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Sidumolyo, Kota Tanjungpinang, Kepri. (FOTO ANTARA/HO-dok)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau meraih penghargaan pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat kota tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).



"Apresiasi pembinaan ProKlim diberikan atas penetapan kebijakan dan peraturan, serta secara aktif melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan program kampung iklim di wilayah setempat yang menjadi kontribusi nyata Pemda dalam upaya pengendalian perubahan iklim," kata Sekda Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari melalui siaran pers yang diterima di Tanjungpinang, Sabtu (24/10) 2020.



Penyerahan apresiasi dilakukan dalam acara puncak kegiatan Festival Iklim Tahun 2020 dan diumumkan secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Sekda Kota Tanjungpinang dari ruang rapat lantai III, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat (23/10).



Tiga kelurahan di Kota Tanjungpinang juga menerima apresiasi ProKlim utama tingkat nasional tahun 2020 yaitu, RW 06 Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat yang terpilih sebagai lokasi terbaik dengan menerima penghargaan berupa piala, sertifikat, dan insentif.



Sementara itu, RW 12 Kelurahan Batu 09 Kecamatan Tanjungpinang Timur dan RW 03, Sungai Ladi, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota mendapat penghargaan ProKlim utama berupa sertifikat.



"Alhamdulillah, Kota Tanjungpinang berhasil menerima penghargaan ProKlim. Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi kita semua dalam mempertahankan iklim di lingkungan kita," kata Teguh Ahmad Syafari.



Sekretaris KLHK Bambang Hendroyono mengatakan Festival Iklim 2020 telah dibuka pada 7 Oktober 2020 dan akan berakhir 27 Oktober 2020.



"Tahun ini, tema festival disesuaikan dengan situasi yang kita hadapi saat ini yaitu penguatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada masa pandemi COVID-19," katanya dalam sambutan secara virtual.



Ia menyebutkan pada puncak festival iklim itu diberikan penghargaan ProKlim untuk daerah yang memiliki inisiatif, komitmen, dan dedikasi, serta diwujudkan dalam langkah nyata upaya pengendalian perubahan iklim yang dilakukan di tingkat tapak.



Di antaranya seperti menanam, menghijaukan, menghutankan kembali, memilah sampah, menghemat pemakaian listrik dan air, tidak membakar sampah, hutan, dan lahan, serta meningkatkan ketahanan pangan dan bencana adalah contoh-contoh dasar dalam program kampung iklim.



"Apa yang dilakukan tidak besar namun spesial karena memiliki daya ungkit dan angkat yang sangat kuat ketika bergotong royong melakukan hal yang sama," demikian Bambang Hendroyono.



 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar