Kepri bersiap buka jalur internasional untuk garap wisman
Senin, 11 Oktober 2021 6:28 WIB
Lagoi Bay, salah satu objek wisata di kawasan wisata berskala internasional di Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berancang-ancang membuka empat jalur internasional di Kota Batam dan Kabupaten Bintan untuk menggarap wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, jalur internasional untuk perjalanan udara itu akan dibuka di Bandara Hang Nadim, Batam.
Sementara pelabuhan internasional yang akan dibuka yakni Pelabuhan Batam Centre, Nongsa Pura Batam dan Bandar Bentan Telani, Lagoi Bintan.
"Menteri Perhubungan akan membuka bandara untuk penerbangan internasional di Batam, serta tiga pelabuhan berskala internasional di Batam dan Bintan. Kabar baik ini juga sudah disampaikan Gubernur Kepri kepada pengurus Persatuan Hotel Restoran Indonesia," ujarnya.
Jalur pelayaran internasional yang dibuka di Batam dan Bintan untuk melayani wisatawan asal Singapura.
Saat ini, kata dia Pemerintah Singapura memang masih menutup akses masyarakatnya ke luar negeri, termasuk ke Indonesia.
Namun Pemerintah Indonesia dan Kepri ingin mempersiapkan pelabuhan internasional tersebut lebih awal sehingga seluruh fasilitas yang dibutuhkan tersedia ketika masyarakat Singapura dapat berlibur ke Batam dan Bintan.
Wisatawan Singapura akan menikmati udara segar, panorama yang indah dan pelayanan yang baik selama berlibur di Bintan dan Batam.
Objek wisata yang disiapkan juga khusus sehingga lebih mudah terpantau petugas, dan nyaman.
"Kita paling siap untuk menyambut para wisatawan dari Singapura sesuai protokol kesehatan," ucapnya.
Buralimar juga mengusulkan agar tersedia paket wisata untuk melayani wisatawan asing, dimulai dari carter pesawat, penginapan, restoran dan perjalanan darat.
"Kalau sudah ada paket-paket wisata itu akan lebih mudah dan menarik," katanya.
Ia juga memberi apresiasi kepada Satgas Penanganan COVID-19 di Kepri dan masyarakat setempat yang berhasil menurunkan kasus aktif COVID-19 sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kepri turun dari level III menjadi level I.
"Tentu ini juga menarik perhatian masyarakat internasional, terutama tetangga kita, Singapura," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, jalur internasional untuk perjalanan udara itu akan dibuka di Bandara Hang Nadim, Batam.
Sementara pelabuhan internasional yang akan dibuka yakni Pelabuhan Batam Centre, Nongsa Pura Batam dan Bandar Bentan Telani, Lagoi Bintan.
"Menteri Perhubungan akan membuka bandara untuk penerbangan internasional di Batam, serta tiga pelabuhan berskala internasional di Batam dan Bintan. Kabar baik ini juga sudah disampaikan Gubernur Kepri kepada pengurus Persatuan Hotel Restoran Indonesia," ujarnya.
Jalur pelayaran internasional yang dibuka di Batam dan Bintan untuk melayani wisatawan asal Singapura.
Saat ini, kata dia Pemerintah Singapura memang masih menutup akses masyarakatnya ke luar negeri, termasuk ke Indonesia.
Namun Pemerintah Indonesia dan Kepri ingin mempersiapkan pelabuhan internasional tersebut lebih awal sehingga seluruh fasilitas yang dibutuhkan tersedia ketika masyarakat Singapura dapat berlibur ke Batam dan Bintan.
Wisatawan Singapura akan menikmati udara segar, panorama yang indah dan pelayanan yang baik selama berlibur di Bintan dan Batam.
Objek wisata yang disiapkan juga khusus sehingga lebih mudah terpantau petugas, dan nyaman.
"Kita paling siap untuk menyambut para wisatawan dari Singapura sesuai protokol kesehatan," ucapnya.
Buralimar juga mengusulkan agar tersedia paket wisata untuk melayani wisatawan asing, dimulai dari carter pesawat, penginapan, restoran dan perjalanan darat.
"Kalau sudah ada paket-paket wisata itu akan lebih mudah dan menarik," katanya.
Ia juga memberi apresiasi kepada Satgas Penanganan COVID-19 di Kepri dan masyarakat setempat yang berhasil menurunkan kasus aktif COVID-19 sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kepri turun dari level III menjadi level I.
"Tentu ini juga menarik perhatian masyarakat internasional, terutama tetangga kita, Singapura," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB
PLN pindahkan jalur listrik Bireuen-Takengon antisipasi terjadinya sinkhole
02 February 2026 12:26 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Komunitas The Speakers' Room cara seru latihan Bahasa Inggris pekerja di Batam
04 January 2026 7:26 WIB