Ribuan botol Miras diamankan Lantamal IV Tanjungpinang
Kamis, 24 Februari 2022 9:09 WIB
Lantamal IV Tanjungpinang menggelar konferensi pers penangkapan kapal bermuatan minuman keras ilegal asal Singapura di kantornya, Rabu (23/2). ANTARA/Ogen.
Tanjungpinang (ANTARA) - Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang menangkap Kapal Motor (KM) Virgo bermuatan minuman keras ilegal dari Singapura di perairan Pulau Mapur, Bintan, Kepri, Selasa (22/2).
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan di Tanjungpinang, Rabu menyatakan sebanyak tujuh ABK kapal tersebut turut diamankan.
Penangkapan ini berawal dari informasi intelijen yang mendeteksi adanya pergerakan kapal ilegal masuk ke perairan Indonesia dalam wilayah kerja Lantamal IV Tanjungpinang.
"Kapal ini diduga hendak menyelundupkan sekitar 6.750 botol minuman keras dari Singapura ke Palembang, Sumatera Selatan," kata Danlantamal IV Tanjungpinang dalam konferensi pers di kantornya, Rabu.
Hasil pemeriksaan awal, kata Dwika, kapal tersebut disinyalir telah berulangkali menyelundupkan minuman keras asal Singapura ke wilayah Indonesia.
Untuk mengelabui petugas keamanan laut, kapal pengangkut minuman keras ini kerap mengganti identitas atau nama kapal.
Selain itu saat kapal bertolak dari Singapura, ABK juga langsung mematikan Automatic Identification System agar kapal tidak terlacak.
"Pengakuan ABK, baru kali ini menyelundupkan minuman keras," ujarnya.
Dwika menjelaskan ketujuh ABK yang diamankan mengaku hanya ditugaskan mengangkut minuman keras tanpa dokumen resmi itu dari Singapura ke Palembang.
Sementara untuk pemasok, pemilik kapal, serta penerima minuman keras tersebut masih diselidiki.
Ketujuh ABK berikut barang bukti berupa kapal dan minuman keras ilegal saat ini sudah diamankan di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.
"Hasil penyelidikan tujuh ABK, dan barang bukti akan diserahkan ke Bea Cukai Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut," katanya menegaskan.
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan di Tanjungpinang, Rabu menyatakan sebanyak tujuh ABK kapal tersebut turut diamankan.
Penangkapan ini berawal dari informasi intelijen yang mendeteksi adanya pergerakan kapal ilegal masuk ke perairan Indonesia dalam wilayah kerja Lantamal IV Tanjungpinang.
"Kapal ini diduga hendak menyelundupkan sekitar 6.750 botol minuman keras dari Singapura ke Palembang, Sumatera Selatan," kata Danlantamal IV Tanjungpinang dalam konferensi pers di kantornya, Rabu.
Hasil pemeriksaan awal, kata Dwika, kapal tersebut disinyalir telah berulangkali menyelundupkan minuman keras asal Singapura ke wilayah Indonesia.
Untuk mengelabui petugas keamanan laut, kapal pengangkut minuman keras ini kerap mengganti identitas atau nama kapal.
Selain itu saat kapal bertolak dari Singapura, ABK juga langsung mematikan Automatic Identification System agar kapal tidak terlacak.
"Pengakuan ABK, baru kali ini menyelundupkan minuman keras," ujarnya.
Dwika menjelaskan ketujuh ABK yang diamankan mengaku hanya ditugaskan mengangkut minuman keras tanpa dokumen resmi itu dari Singapura ke Palembang.
Sementara untuk pemasok, pemilik kapal, serta penerima minuman keras tersebut masih diselidiki.
Ketujuh ABK berikut barang bukti berupa kapal dan minuman keras ilegal saat ini sudah diamankan di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.
"Hasil penyelidikan tujuh ABK, dan barang bukti akan diserahkan ke Bea Cukai Tanjungpinang guna proses hukum lebih lanjut," katanya menegaskan.
Pewarta : Ogen
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga prajurit TNI gugur, RI tuntut PBB selidiki serangan Israel di Lebanon Selatan
01 April 2026 8:32 WIB
Pakar sebut pelaku penyiraman air keras harus diadili di peradilan umum pada kasus Andrie Yunus
26 March 2026 14:44 WIB
Kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Pemerintah apresiasi langkah Polri
18 March 2026 21:06 WIB
Iran akan membalas dengan keras jika AS berusaha membunuh pemimpin baru mereka
14 March 2026 15:12 WIB
Siswa SD di bunuh diri soal buku Rp10 ribu, DPR: Alarm keras bagi perlindungan anak
04 February 2026 8:58 WIB