Karimun (ANTARA Kepri) - Pejabat pada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, panen padi ladang pada lahan seluas sekitar 200 hektare di Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, baru 50 persen.
"Masalah sarana dan prasarana masih menjadi hambatan sehingga panen padi ladang di Teluk Radang baru 50 persen dari luas lahan sekitar 200 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Karimun, Amran Syahidid di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Menurut Amran, sarana prasarana yang menjadi hambatan di antaranya masalah pupuk yang tidak datang tepat waktu ketika petani memulai masa tanam.
"Kedatangan pupuk seringkali tidak sesuai dengan jadwal sehingga hasil panen tidak optimal. Bagi petani yang sudah maju mungkin tidak masalah, tapi bagi mereka yang masih baru membuat mereka patah semangat untuk menggarap lahannya," katanya.
Selain keterlambatan kedatangan pupuk, kata dia, masalah sarana pengendalian hama juga masih menjadi kendala. Hama jenis "elminfosforium" merupakan ancaman terhadap padi varietas Ceko dan Korea yang ditanam puluhan kelompok tani di Teluk Radang.
"Hama elminfosforium bisa di atasi dengan penyemprotan fungisida jenis DT45, namun ketersediaan fungisida jenis ini belum memadai dan sulit didapat oleh petani," katanya.
Menurut dia, belum optimalnya hasil panen juga dipengaruhi jadwal penanaman. Di satu sisi petani harus bekerja cepat sesuai masa tanam yang diprogramkan dua kali dalam satu tahun, di sisi lain program tersebut dihadapkan pada sejumlah hambatan, termasuk juga kondisi cuaca.
"Kami sedang mengevaluasi dan mencari jalan keluar agar kendala yang dihadapi bisa diatasi sehingga pengembangan padi percontohan lebih optimal pada 2013," katanya.
Dia menjelaskan, program padi ladang di Teluk Radang merupakan proyek percontohan untuk mewujudkan Kundur sebagai sentra pertanian di Provinsi Kepri.
"Kami mengharapkan program ini turut mendorong program nasional dalam mewujudkan surplus beras. Tahun depan akan kita perluas ke Kecamatan Moro dengan penambahan lahan seluas 100 hektare lagi," tambahnya.
Selain di Moro, kata dia, sejumlah kelompok tani di Kecamatan Buru juga sudah memulai program penanaman padi ladang dengan luas lahan sekitar 95 hektare.
"Luas lahan yang ditargetkan untuk program ini sekitar 1.000 hektare dan akan kita wujudkan secara bertahap," katanya. (ANTARA)
Editor: Sri Muryono
"Masalah sarana dan prasarana masih menjadi hambatan sehingga panen padi ladang di Teluk Radang baru 50 persen dari luas lahan sekitar 200 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Karimun, Amran Syahidid di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Menurut Amran, sarana prasarana yang menjadi hambatan di antaranya masalah pupuk yang tidak datang tepat waktu ketika petani memulai masa tanam.
"Kedatangan pupuk seringkali tidak sesuai dengan jadwal sehingga hasil panen tidak optimal. Bagi petani yang sudah maju mungkin tidak masalah, tapi bagi mereka yang masih baru membuat mereka patah semangat untuk menggarap lahannya," katanya.
Selain keterlambatan kedatangan pupuk, kata dia, masalah sarana pengendalian hama juga masih menjadi kendala. Hama jenis "elminfosforium" merupakan ancaman terhadap padi varietas Ceko dan Korea yang ditanam puluhan kelompok tani di Teluk Radang.
"Hama elminfosforium bisa di atasi dengan penyemprotan fungisida jenis DT45, namun ketersediaan fungisida jenis ini belum memadai dan sulit didapat oleh petani," katanya.
Menurut dia, belum optimalnya hasil panen juga dipengaruhi jadwal penanaman. Di satu sisi petani harus bekerja cepat sesuai masa tanam yang diprogramkan dua kali dalam satu tahun, di sisi lain program tersebut dihadapkan pada sejumlah hambatan, termasuk juga kondisi cuaca.
"Kami sedang mengevaluasi dan mencari jalan keluar agar kendala yang dihadapi bisa diatasi sehingga pengembangan padi percontohan lebih optimal pada 2013," katanya.
Dia menjelaskan, program padi ladang di Teluk Radang merupakan proyek percontohan untuk mewujudkan Kundur sebagai sentra pertanian di Provinsi Kepri.
"Kami mengharapkan program ini turut mendorong program nasional dalam mewujudkan surplus beras. Tahun depan akan kita perluas ke Kecamatan Moro dengan penambahan lahan seluas 100 hektare lagi," tambahnya.
Selain di Moro, kata dia, sejumlah kelompok tani di Kecamatan Buru juga sudah memulai program penanaman padi ladang dengan luas lahan sekitar 95 hektare.
"Luas lahan yang ditargetkan untuk program ini sekitar 1.000 hektare dan akan kita wujudkan secara bertahap," katanya. (ANTARA)
Editor: Sri Muryono