Atribut Kampanye Banyak Ditemukan di Perkampungan Tanjungpinang
Minggu, 28 Oktober 2012 16:51 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Panitia Pengawas Pemilu Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menemukan banyak atribut kampanye di kampung-kampung pada masa tenang pilkada.
"Kami mulai pukul 00.00-04.00 WIB bersama Satpol Pamong Praja Pemkot Tanjungpinang mencabut ratusan atribut kampanye di perkampungan," kata Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Mas Furqon, Minggu.
Menurut dia, atribut empat pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Maya Suryanti-Tengku Dahlan, Lis Darmansyah-Syahrul, Hendry Frankim-Yusrizal dan Husnizar Hood-Rudy Chua, masih terpasang di beberapa kampung. Kebanyakan atribut kampanye dipasang di pohon yang dekat dengan perumahan warga.
"Kami akan mencabutnya kembali pada siang ini," ungkapnya.
Para kandidat beralasan lupa melepaskan seluruh atribut kampanye tersebut. Padahal KPU dan Panwaslu Tanjungpinang sudah mengingatkannya, baik secara lisan maupun tulisan.
"Kami yakin mereka mengetahui tahapan kampanye, masa tenang hingga pemungutan suara. Masa tenang berlangsung mulai hari ini hingga 30 Oktober 2012," ujarnya.
Mas Furqon mengemukakan, atribut kampanye di kawasan perkotaan relatif bersih. "Hanya ada beberapa atribut yang belum dicabut," katanya.
Ia mengungkapkan, Panwaslu Tanjungpinang juga menerjunkan tim hingga di tingkat kelurahan untuk mengawasi aktivitas kandidat dan tim suksesnya pada masa tenang hingga pencoblosan suara. Pengawasan dilakukan untuk mencegah dan menindaklanjuti kampanye terselubung yang berpeluang dilakukan masing-masing kandidat dan tim suksesnya.
"Suasana politik semakin panas. Kami berharap kandidat melakukan tindakan-tindakan bijak untuk menciptakan pilkada yang damai," katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
"Kami mulai pukul 00.00-04.00 WIB bersama Satpol Pamong Praja Pemkot Tanjungpinang mencabut ratusan atribut kampanye di perkampungan," kata Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Mas Furqon, Minggu.
Menurut dia, atribut empat pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Maya Suryanti-Tengku Dahlan, Lis Darmansyah-Syahrul, Hendry Frankim-Yusrizal dan Husnizar Hood-Rudy Chua, masih terpasang di beberapa kampung. Kebanyakan atribut kampanye dipasang di pohon yang dekat dengan perumahan warga.
"Kami akan mencabutnya kembali pada siang ini," ungkapnya.
Para kandidat beralasan lupa melepaskan seluruh atribut kampanye tersebut. Padahal KPU dan Panwaslu Tanjungpinang sudah mengingatkannya, baik secara lisan maupun tulisan.
"Kami yakin mereka mengetahui tahapan kampanye, masa tenang hingga pemungutan suara. Masa tenang berlangsung mulai hari ini hingga 30 Oktober 2012," ujarnya.
Mas Furqon mengemukakan, atribut kampanye di kawasan perkotaan relatif bersih. "Hanya ada beberapa atribut yang belum dicabut," katanya.
Ia mengungkapkan, Panwaslu Tanjungpinang juga menerjunkan tim hingga di tingkat kelurahan untuk mengawasi aktivitas kandidat dan tim suksesnya pada masa tenang hingga pencoblosan suara. Pengawasan dilakukan untuk mencegah dan menindaklanjuti kampanye terselubung yang berpeluang dilakukan masing-masing kandidat dan tim suksesnya.
"Suasana politik semakin panas. Kami berharap kandidat melakukan tindakan-tindakan bijak untuk menciptakan pilkada yang damai," katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gaza luncurkan kampanye vaksinasi polio skala besar targetkan 600 ribu anak
23 February 2025 5:25 WIB, 2025
Bawaslu imbau kepala daerah kembali bertugas profesional usai kampanye
26 November 2024 8:36 WIB, 2024
Bawaslu Kepri menangani 27 dugaan pelanggaran pilkada selama kampanye
24 November 2024 12:50 WIB, 2024
Bawaslu Natuna-Kepri imbau tim paslon singkirkan APK secara mandiri
23 November 2024 11:59 WIB, 2024
BPOM Kota Batam kampanyekan pemilihan obat dan makanan aman lewat KataBPOM
06 November 2024 5:12 WIB, 2024
Trump janji setop penderitaan dan kehancuran di Lebanon jika terpilih sebagai Presiden AS
31 October 2024 11:18 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Iran desak Dewan Keamanan PBB tolak draf resolusi terkait Selat Hormuz usulan AS
07 May 2026 15:41 WIB