Batam (Antara Kepri) - Komando Resor Militer 033/Wirapratama dan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyamakan persepsi cara pengamanan  Pemilu 2014 agar pelaksanaannya dapat berjalan sinergis.

"Kami menyamakan presepsi cara pengamanan karena Polri dan TNI masing-masing memiliki tugas dan pokok kerja sendiri," kata Kapolda Kepri Brigjen (Pol) Endjang Sudrajat usai pembukaan Rapim TNI-Polri dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu tahun 2014 di Batam, Kamis.

Ia mengatakan kedua pihak masih mendeteksi wilayah yang rawan dalam pelaksanaan Pemilu 2014.

Dalam pembagian tugas, ia mengatakan polisi lebih pada tindakan kepolisian, sedangkan TNI lebih pada pengamanan dari ancaman keselamatan negara.

Kepolisian, kata dia, siap membantu mendistribusikan logistik pemilu ke pulau-pulau pesisir melalui kapal-kapal Polair.

"Tapi tentunya yang sesuai kemampuan kami. Kapal Polair kecil-kecil, tidak mungkin sampai ke Tambelan sana," kata dia.

Di tempat yang sama Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan pemerintah siap memberikan bantuan dan dukungan kepada Polri dan TNI dalam mengamankan Pemilu.

"Pemerintah daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitas sesuai dengan UU Pemilu. Bantuan tidak selalu uang," kata dia.

Ia mengatakan ada beberapa kerawanan pemilu, antara lain permasalahan DCT, konflik internal partai, pembentukan PPK PPS, KPPS dan Pantarlih.

Beberapa langkah untuk Pemilu 2014 antara lain melakukan monitoring, koordinasi antarlembaga pemerintah untuk antisipasi berbagai pengembangan dalam semua tahapan pemilu, konsolidasi ketertiban dan keamanan antar instansi pemerintah, TNI, Polri dan Pemda.

Gubernur mengatakan berkat kerja sama yang baik antarunsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kepri maka kemanan di wilayah itu relatif baik dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.

"Berkat kerja sama FKPD di Kepri, sudah ada 15 penghargaan dari pemerintah pusat," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto