Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Jimly Asshiddiqie tersinggung acara institusinya di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dibuka oleh Kepala  Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpolinmas) Kepulauan Riau Syafri Salisman yang mewakili gubernur dan wakil gubernur setempat.


Jimly sempat menolak menyampaikan materi dalam "Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu" tahun 2015 Etika Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Auditorium UMRAH di Dompak Tanjungpinang, Rabu.


Beberapa saat kemudian Jimly berdiri dari tempat duduknya setelah dipanggil moderator dalam acara tersebut.


"Ini acara DKPP, bukan acara gubernur atau pun wakil gubernur. Jadi Syafri membuka acara bukan mewakili kepala daerah, melainkan pemerintahan daerah," katanya dengan wajah memerah.


Jimly bersyukur Gubernur Kepri HM Sani dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo tidak menghadiri acara tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan Syafri sebelum membuka acara tersebut, gubernur berhalangan hadir karena mengikuti rapat di Jakarta, sedangkan wakil gubernur mengikuti kegiatan di Bintan.


"Saya bersyukur mereka tidak hadir. Saya, dan teman-teman penyelenggara pemilu harus menjaga jarak dengan mereka, karena mereka berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 9 Desember 2015," katanya.


Dia menegaskan, diskusi yang digelar DKPP ini bukan acara biasa. Kegiatan ini penting dilaksanakan agar penyelenggara pemilu mematuhi kode etik dan peserta pilkada dapat melakukan aktivitas politik sesuai ketentuan yang berlaku.


"Kami berharap bukan penyelenggara pemilu yang hadir dalam acara tetapi politikus," katanya.


Dia mengemukakan, pemecatan terhadap tiga orang anggota KPU Batam dan Karimun menjadi salah satu alasan DKPP melakukan sosialisasi kode etik penyelenggara pemilu. Kesalahan serupa diharapkan tidak terulang lagi pada pilkada.


"Kami tidak hanya memberikan sanksi, melainkan juga melindungi dan mempromosikan penyelenggara pemilu," ujarnya.


Sebelumnya, Syafri Salisman menyampaikan permohonan maaf kepada pihak DKPP, UMRAH dan ratusan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut, karena gubernur, wakil gubernur dan Sekda Kepri Robert Iwan berhalangan hadir.


Gubernur sudah membuat naskah pidato, namun tidak dapat menghadiri acara ini.


"Pak sekda dalam kondisi sakit. Dia berada di rumah," ujarnya. (Antara)


Editor: Rusdianto