Kenaikan harga gula bukan ulah kartel
Jumat, 10 April 2020 6:11 WIB
Salah satu gudang distributor bahan pokok di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) memastikan kenaikan harga gula yang terjadi di daerah setempat bukan dikarenakan ulah kartel atau mafia bahan pangan tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Burhanudin menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut terjadi di seluruh penjuru Tanah Air akibat stok gula secara nasional yang semakin menipis.
"Stok gula kita menipis imbas panic buying COVID-19, tidak ada kaitannya dengan kartel," tegas Burhanudin, Kamis.
Burhanudin meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah menjamin pasokan gula maupun kebutuhan pokok lainnya di Kepri tercukupi di tengah pandemi COVID-19 ini.
"Bahkan cukup untuk menyambut Ramadan dan hari raya Idul Fitri nanti," ujarnya.
Pemerintah Pusat, kata dia, juga telah menugaskan dua perusahaan swasta nasional yang diberi izin mengimpor gula, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula di Kepri dan beberapa wilayah lainnya di Pulau Sumatera.
Menurutnya, distributor gula di tujuh kabupaten/kota se Kepri tinggal mengontak langsung kedua perusahaan tersebut, jika memerlukan tambahan pasokan gula buat mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Hal ini sudah saya sosialisasikan kepada semua distributor gula di kabupaten/kota se Kepri," jelasnya.
Lanjut Burhanudin, saat ini harga gula di Kepri naik dari Harga Enceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram.
Pihaknya rutin turun sidak ke distributor bahan pangan di Kepri guna melihat ketersediaan sembilan bahan pokok masyarakat di tengah kondisi tanggap darurat COVID-19 ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Burhanudin menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut terjadi di seluruh penjuru Tanah Air akibat stok gula secara nasional yang semakin menipis.
"Stok gula kita menipis imbas panic buying COVID-19, tidak ada kaitannya dengan kartel," tegas Burhanudin, Kamis.
Burhanudin meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah menjamin pasokan gula maupun kebutuhan pokok lainnya di Kepri tercukupi di tengah pandemi COVID-19 ini.
"Bahkan cukup untuk menyambut Ramadan dan hari raya Idul Fitri nanti," ujarnya.
Pemerintah Pusat, kata dia, juga telah menugaskan dua perusahaan swasta nasional yang diberi izin mengimpor gula, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula di Kepri dan beberapa wilayah lainnya di Pulau Sumatera.
Menurutnya, distributor gula di tujuh kabupaten/kota se Kepri tinggal mengontak langsung kedua perusahaan tersebut, jika memerlukan tambahan pasokan gula buat mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Hal ini sudah saya sosialisasikan kepada semua distributor gula di kabupaten/kota se Kepri," jelasnya.
Lanjut Burhanudin, saat ini harga gula di Kepri naik dari Harga Enceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram.
Pihaknya rutin turun sidak ke distributor bahan pangan di Kepri guna melihat ketersediaan sembilan bahan pokok masyarakat di tengah kondisi tanggap darurat COVID-19 ini.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Kepri instruksi Satgas Pangan pantau ketersediaan bahan pokok penting
08 January 2026 10:15 WIB
Pemkot bersama Bea Cukai cari solusi atasi kelangkaan bahan pokok Tanjungpinang
18 December 2025 7:40 WIB
Kurangi ketergantungan, Gubernur Kepri ajak warga tanam cabai dan sayur di pekarangan rumah
11 December 2025 6:31 WIB
DPRD Batam minta pemda perkuat pasokan kebutuhan pokok jelang akhir tahun
04 December 2025 15:49 WIB
Perjalanan panjang membawa bantuan ke Serasan, Pulau Panjang, dan Subi di Natuna
01 December 2025 15:16 WIB
Pemkab Natuna hadirkan bahan pokok murah untuk masyarakat di Pulau Panjang
30 November 2025 10:59 WIB
Pemkab Natuna berikan subsidi bahan pokok lewat pasar murah di Kecamatan Subi
28 November 2025 6:23 WIB
Pemkab Natuna siapkan bahan pokok untuk Gerakan Pangan Murah di pulau penyangga
23 November 2025 18:46 WIB