
Timnas sebut AMIN akan berhenti terapkan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Jakarta (ANTARA) -
"Kalau kami, model seperti PMM akan kami setop, karena itu tidak efektif dan justru malah membuat para guru menjadi terbebani," kata Indra di Jakarta, Selasa.
Beban administrasi guru selama ini dinilai sangat membebani guru dalam beraktivitas sehari-hari, sehingga cukup mengganggu konsentrasi untuk fokus melakukan kegiatan belajar mengajar dengan para murid.
"Kami akan mengurangi beban administrasi guru, sehingga guru fokusnya bukan menjadi birokrat, tetapi menjadi pendidik. Jadi itu salah satu perubahan yang akan kami lakukan," kata politisi Partai Nasdem tersebut.
Sementara itu, berdasarkan laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya.
PMM menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Dalam fitur Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh guru dan tenaga kependidikan guna mengembangkan diri, serta tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.
Baca juga:
183 ASN langgar aturan netralitas di Pemilu 2024
Surat suara tercoblos di Taipei, begini kata KPU RI
Distribusi logistik pemilu ke daerah terluar di Natuna berjalan aman
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Timnas: AMIN akan setop terapkan Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Pewarta : Donny Aditra
Editor:
Angiela Chantiequ
COPYRIGHT © ANTARA 2026
