
KPU: DCT Anggota DPRD Kepri 502 Orang

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Daftar calon tetap anggota DPRD Kepulauan Riau untuk Pemilu 2014 sebanyak 502 orang setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum setempat pada Kamis siang.
"Jumlahnya sama dengan saat penetapan daftar calon sementara (DCS)," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kepulauan Riau (KPU Kepri), Arison di Tanjungpinang, Kamis.
Arison mengatakan dari 502 orang daftar calon tetap (DCT) DPRD Kepri tersebut terdapat 11 orang yang pindah partai, tujuh orang dari partai politik bukan peserta pemilu dan empat orang dari sesama parpol peserta Pemilu 2014.
"Besok kami umumkan di media massa dan KPU Kepri menunggu jika ada gugatan dari partai politik terhadap penetapan DCT itu," ujarnya.
Gugatan yang mungkin terjadi menurut Arison adalah jika partai politik merasa dirugikan ketika KPU membatalkan salah seorang bakal calegnya. "Tapi melihat situasi mulai dari pendaftaran calon hingga penetapan DCT hari ini, mudah-mudahan hal itu tidak terjadi di Kepri," ujarnya.
Arison mengatakan, sebelum menggelar pleno penetapan DCT, pihaknya juga menggelar rapat koordinasi dengan partai politik untuk memastikan tidak terdapat kesalahan penuliasan nama, gelaar akademik, gelar keagamaan dan nomor urut caleg.
"Pengurus parpol rata-rata melakukan penambahan gelar keagamaan seperti Haji, Hajjah dan gelar akademis sesuai ijazah yang sudah disertakan sebelumnya. Perbaikan setelah pengumuman DCT tidak diperkenankan lagi sampai Pemilu 2014," ujar Arison.
Sementara itu, anggota KPU Kepri, Said Sirajuddin mengatakan pada saat pendaftaran caleg dari partai politik, terdapat sebanyak 512 calon, sepuluh orang diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat pada saat penetapan DCS.
Ditambahkan dia, untuk perbaikan nama, gelar akademik, gelar keagamaan bagi 15 orang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kepri juga sudah diplenokan dan segera dikirim ke KPU pusat.
"KPU pusat nantinya yang akan menetapkan DCT untuk calon DPD," ujarn Said. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
