Logo Header Antaranews Kepri

KPU : DPT Kepri Berkurang Hingga 10.000 Orang

Senin, 21 Oktober 2013 16:42 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kepulauan Riau mengatakan, dari 1.295.755 nama dalam daftar pemilih tetap (DPT) kemungkinan akan berkurang 10.000 sesuai dengan temuan KPU Pusat mengenai pemilih ganda antarprovinsi.

"Pengurangan jumlah pemilih dalam DPT itu karena ada pemilih ganda antarprovinsi yang dicoret oleh KPU Pusat," kata Ketua KPU Kepulauan Riau, Arison di Tanjungpinang, Senin.

Arison mengatakan, KPU Provinsi Kepri dan KPU kabupaten/kota saat ini sedang mencari pemilih ganda antarprovinsi tersebut untuk segera dicoret. "Sampai siang ini sudah lebih dari 5.000 pemilih ganda antarprovinsi yang ditemukan," ujar Arison.

Menurut Arison, KPU Kepri akan membawa data terbaru untuk diplenokan ditingkat nasional pada Selasa (22/10), meski sebelumnya sudah menetapkan DPT akhir hasil perbaikan yang juga disetujui Bawaslu serta partai politik dan calon anggota DPD RI.

"Kami akan jelaskan kembali kepada partai politik dan ini tidak ada masalah," ujarnya.

Menurut dia, pemilih ganda antarprovinsi tersebut sangat dimungkinkan terjadi, apalagi di Batam karena mobilisasi penduduk antarprovinsi sangat tinggi di kota industri itu untuk bekerja.

"Di Batam mereka secara faktual tercatat oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih (Pantarlih), sementara Pantarlih di provinsi asal para pekerja di Batam itu juga mencatat dengan alasan diasumsikan akan kembali pada saat pemilihan," ujar Arison.

KPU pusat menurut dia mengambil keputusan untuk mencoret mereka yang terdaftar ganda tersebut. "KPU pusat membersihkan daftar pemilih ganda itu," ujarnya.

Pemilih ganda antarprovinsi di Kepri itu menurut Arison tersebar di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.

"Meski ada pengurangan sebanyak 10.000 orang, jumlah TPS dimungkinkan tidak akan berubah, karena penyebarannya cukup merata, tidak bertumpuk di satu TPS," ujar Arison.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026