Masyarakat diminta peduli terhadap kasus kekerasan anak

id kekerasan anak di karimun,Ketua KPPAD Kepri Faizal,kasus anak di Kepri

. Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga (tengah) didampingi Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin (kiri) dalam rilis di Mapolda Kepri, Rabu (10/1). (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Peran orang tua paling utama mengawasi anak tidak hanya di dalam rumah tapi juga di luar dan orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bermain

Batam (Antaranews Kepri) - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar peduli dan tidak takut melapor ke pihak berwajib apabila melihat anak-anak menjadi korban kekerasan.  

Ketua KPPAD Provinsi Kepri Muhammad Faizal, di Batam, Kamis, mengatakan pihaknya kerap melakukan sosialisasi melalui RT/RW dan majelis taklim. "Kita minta masyarakat mau melaporkan agar kasus kekerasan terhadap anak bisa terungkap, jangan takut," katanya.  

Faizal​ menjelaskan saat ini masih banyak masyarakat yang enggan melapor dengan alasan takut menjadi saksi. Padahal hal itu sangat membantu aparat penegak hukum dan KPPAD untuk menyelamatkan anak yang mengalami tindak kekerasan.  

Selain itu KPPAD meminta agar orang tua mengawasi anaknya agar tidak menjadi korban atau pelaku kekerasan.  

"Peran orang tua paling utama mengawasi anak tidak hanya di dalam rumah tapi juga di luar dan orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bermain," ujarnya. 

Faizal mengatakan dari catatan KPPAD pada 2017 anak-anak yang menjadi korban dan pelaku kejahatan sebanyak 220 orang dengan jumlah 156 kasus.  

Dari kasus tersebut kata Faizal anak sebagai korban kejahatan seksual merupakan yang terbanyak yaitu 34 kasus, kemudian anak korban kekerasan fisik 23 orang dan terakhir anak yang terlibat pencurian 16 kasus. Dari ketiga kasus terbanyak itu pihaknya sangat menaruh perhatian kepada anak sebagai korban kejahatan seksual. 

"Karena setelah dia (anak-anak) menjadi korban dia akan cenderung melakukan hal itu kepada yang lain," katanya. Contoh kasusnya lanjut Faizal terjadi di Kijang, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.  

Sebelumnya Polda Kepri mengelar konferensi pers terkait kasus asusila yang dilakukan AM alias T terhadap 13 anak di bawah umur.   (baca: 13 anak di Karimun jadi korban pelecehan seksual)

Perilaku abnormal AM dilakukannya sejak 2010 lalu. Perbuatan tercela AM terbongkar setelah orang tua salah satu korban yaitu ALF melaporkan perbuatannya ke Mapolres Karimun pada Kamis (4/1) kemarin. 

Saat ini Polres Karimun terus melakukan pendalaman kasus untuk mengetahui apakah masih ada korban lainnya. Polisi juga melakukan psikologi healing kepada para korban dan mengecek kejiwaan pelaku berusia 56 tahun itu. (Antara) (baca juga: Pelecehan seksual anak di Kepri masuk kategori KLB)

Editor: Rusdianto 

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar