Bakamla perlu 300 kapal

id Bakamla,Kapal patroli

Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Dalam usia empat tahun berjalan armada kita saat ini baru ada tujuh unit
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Keamanan Laut (Bakamla) memerlukan sekitar 300 unit kapal untuk mengamankan laut Indonesia dari kejahatan di perairan mulai dari penyelundupan hingga perdagangan manusia.

"Kita sudah melakukan kajian dan diperlukan sekitar 300 kapal untuk mengamankan wilayah laut kita," kata Direktur Latihan Bakamla, Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, di Batam, Jumat.

Eko mengatakan saat ini kapal Bakamla hanya tujuh unit. Karena itu kata Eko, Bakamla bersama stakeholder terkait terus berkoordinasi untuk mengamankan laut Indonesia dari segala ancaman.

Menurut Eko, tugas dari Bakamla bukan hanya melakukan pengamanan laut dari aktivitas ilegal, tapi juga melakukan tindakan search and rescue (SAR) serta pencemaran yang terjadi di laut.

"Dalam usia empat tahun berjalan armada kita saat ini baru ada tujuh unit," papar Eko. 

Di zona barat, lanjut Eko, Bakamla menempatkan kantor pangkalan serta stasiun pemantauan keamanan dan keselamatan (SPKKL) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"SPKKL dilengkapi radar dan teropong jarak jauh dan kita akui Bakamla belum bisa menjangkau semuanya. Tapi dari alat-alat yang ada ini kita optimalkan melakukan pengawasan," ujar Eko.

Di zona barat, lanjut Eko disiagakan tiga kapal besar yaitu KN Bintang Laut, KN Belut Laut dan KN Tanjungdatu.

"KN Tanjungdatu adalah kapal paling besar yang kita tempat di Kepri ini dan karena keterbatasan kapal kita belum bisa menjangkau semuanya (seluruh wilayah laut Indonesia)," papar Eko. 

Meski begitu, kata Eko, kapal yang ada saat ini sudah siap beroperasi dan mempunyai peralatan yang memadai untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan di laut Indonesia.

Tidak hanya dari segi sarana dan prasarana, Bakamla lanjut Eko masih kekurangan personel. Saat ini kata Eko perseonel Bakamla baru berjumlah 8.500 orang. 

"Personel idealnya berapa akan disesuaikan dengan teknologi dan sarana prasarana," papar Eko.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar