Alias Wello ditunjuk jadi Sekjen KOPEK

id Alias Wello ditunjuk jadi Sekjen KOPEK lingga

Alias Wello ditunjuk jadi Sekjen KOPEK

Bupati Lingga, Alias Wello menyerahkan cendera mata kepada Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Tanzania, Amina Saloum Ali di Karangasem, Bali, Minggu (15/9/2019). (Nurjali)

Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri. Tapi, harus bangun sinergitas dan kerjasama pengelolaan kelapa dari hulu ke hilir. Kelapa pada hari ini dalam kondisi lampu merah. Petani mengeluh karena harga rendah,
Lingga (ANTARA) - Alias Wello yang juga Bupati Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), saat kegiatan di Bali. 

Penetapan yang disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum KOPEK, Prof. Nelson Pomalingo pada pembukaan acara seminar kelapa internasional di Taman Sukasada Ujung, Karangasem, Bali, Minggu (15/9).

"Hari ini, dengan kesepakatan kita bersama para anggota, kita tetapkan Sekjen KOPEK yang baru, yaitu Bupati Lingga, Alias Wello," ungkap Nelson yang saat ini menjabat sebagai Bupati Gorontalo.

Menurut dia, penetapan orang nomor satu di bumi "Bunda Tanah Melayu" itu, merupakan bagian dari upaya untuk merespon aspirasi para anggota KOPEK yang menghendaki adanya restrukturisasi organisasi.

"Selama ini, kita lihat Bupati Lingga cukup aktif di organisasi dan selalu hadir di tengah-tengah kita. Karena itu, saya sepakat atas penetapan beliau jadi Sekjen KOPEK yang baru," katanya.

Nelson juga yakin penetapan Awe, sapaan akrab Bupati Lingga itu sebagai Sekjen KOPEK yang baru diharapkan mampu mempercepat upaya mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia yang luasnya mencapai 3,6 juta Ha.

"Indonesia adalah negara pemilik kebun terbesar di dunia. Namun, produktivitasnya masih kalah dengan negara lain. Kelapa di Indonesia, kepemilikannya 98 persen adalah milik rakyat. Karena itu, membangun kelapa, berarti sama membangun ekonomi rakyat," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua KOPEK menyatakan kesiapannya untuk membantu menggerakkan roda organisasi yang memiliki anggota berjumlah 248 kabupaten tersebut.

"Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan. Baik antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah dengan petani dan pengusaha. Semua ini perlu dilakukan demi percepatan pengembalian kejayaan kelapa Indonesia," ujarnya.

Awe mengaku segera membentuk tim untuk melakukan kunjungan  ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan program kerja KOPEK dan betapa pentingnya sinergitas dan kerjasama antar daerah penghasil kelapa.

"Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri. Tapi, harus bangun sinergitas dan kerjasama pengelolaan kelapa dari hulu ke hilir. Kelapa pada hari ini dalam kondisi lampu merah. Petani mengeluh karena harga rendah," tegasnya.

Karena itu, sambung Awe, melalui sinergitas dan kerjasama tersebut, KOPEK diharapkan mengoptimalkan produktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa. (Antara) 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar