Pemprov Kepri membentuk pos tim relawan COVID-19 tingkat desa

id Relawan Covid-19 di Desa

Pemprov Kepri membentuk pos tim relawan COVID-19 tingkat  desa

Fasilitas cuci tangan di tempat umum dibangun relawan COVID-19 di Desa Benan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membentuk pos tim relawan COVID-19 di 209 desa dalam upaya mengatasi dampak pandemi COVID-19 dari tingkat desa.

Kepala Dinas PMD Dukcapil Pemprov Kepri Sardison di Tanjungpinang, Sabtu, menyampaikan tim relawan COVID-19 desa telah melakukan sosialisasi COVID-19 di seluruh desa, pendirian tempat isolasi, pendirian tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan di 257 desa, pendataan pemudik/pendatang, pendataan masyarakat rentan sakit, dan pengadaan masker.

Pihaknya juga sudah menyurati seluruh bupati se-Kepri untuk melakukan penanggulangan COVID-19 di daerah masing-masing.

Begitu juga untuk kantor Dukcapil se-Kepri, pendamping desa, BUMDes, membentuk relawan dan seluruh kegiatan dan kebijakan yang terkait dengan penanganan COVID-19.

"Kita harus satu suara, satu tekad mulai dari pusat hingga ke desa dalam melawan COVID ini. Kalau kita sudah sama persepsi tentang COVID, saya yakin penyebaran wabah ini bisa kita tekan dan dikendalikan," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Pejabat Sementara Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, meminta seluruh perangkat desa/ kelurahan dan Tim Penggerak PKK meningkatkan langkah-langkah penanganan dampak pandemi COVID-19.

Seluruh kepala desa dan lurah diingatkan untuk tidak terjebak dengan zona risiko dalam bentuk pembagian warna risiko, yakni zona merah, kuning, hijau.

"Saya harus mengingatkan pada bapak/ibu kepala desa, lurah, dan perangkatnya serta para ketua TP PKK untuk harus waspada dan sadar bahwa COVID-19 itu ada di mana-mana. Jangan pernah terjebak dengan zona warna seperti daerah A zona hijau, daerah B kuning dan daerah C zona merah sehingga membuat kita lengah dalam memerangi wabah ini," ujarnya.

Ia mengapresiasi kepala Dinas PMD Dukcapil dalam menggerakkan seluruh kepala desa dan lurah beserta perangkatnya untuk melawan COVID-19 dengan melakukan berbagai program kegiatan yang sejalan dengan pemerintah pusat.

Ia mengatakan kepala Dinas PMD Dukcapil sudah banyak melakukan langkah-langkah dalam menghadapi dampak pandemi untuk level desa dengan menjalankan aksi desa dalam menghadapi COVID-19, mulai dari pendekatan kepada tokoh agama dan masyarakat, serta pembentukan tim relawan COVID-19 di 275 desa di daerah itu.

Ia menjelaskan desa menjadi andalan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19 dibantu dengan adanya anggaran desa yang bisa untuk membeli masker atau cairan pembersih tangan, serta berbagai upaya menghadapi dampak COVID-19 lainnya di level desa.

"Tetap semangat memerangi COVID-19. Jangan lengah, apalagi menganggap COVID-19 sudah tidak ada. Ingat, 'test swab' (tes usap) secara keseluruhan baru satu persen kita lakukan, sedangkan standarnya minimal lima persen, artinya potensi paparan virus masih tinggi," tutur Bahtiar.

 

 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar