Manajer Chelsea kesal tak dapat penalti lawan Manchester United

id liga inggris,chelsea,frank lampard,var,manchester united,harry maguire,cesar azpilicueta

Manajer Chelsea kesal  tak dapat penalti lawan Manchester United

Kapten Manchester United Harry Maguire (kanan) mengalungi leher kapten Chelsea Cesar Azpilicueta saat duel bola udara dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (24/10/2020) waktu setempat. Insiden ini membuat manajer Chelsea Frank Lampard kesal lantaran timnya tak mendapat hadiah tendangan penalti. (ANTARA/REUTERS/POOL/Oli Scarff)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Chelsea Frank Lampard meluapkan kekesalannya saat timnya tidak mendapat penalti lawan Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris yang berakhir imbang nirgol di Old Trafford, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).

Lampard merujuk pada insiden ketika timnya memperoleh situasi tendangan bebas dan kapten MU Harry Maguire menggunakan kedua tangannya untuk mencegah kapten Chelsea Cesar Azpilicueta melompat di dalam kotak penalti guna memperebutkan bola udara.

"Saya pikir itu jelas seharusnya penalti," kata Lampard singkat dalam komentar pascalaga dilansir laman resmi Chelsea.

"Saya tidak bisa melihatnya secara langsung dari tempat saya berada, dan saya pikir itu tergolong keputusan sulit untuk hanya diambil oleh wasit di lapangan semata. Itulah mengapa VAR dihadirkan, tetapi VAR segera mengabaikan insiden itu," ujarnya menambahkan.

Menurut Lampard, seharusnya baik wasit Martin Atkinson maupun petugas VAR tidak terburu-buru mengambil keputusan. Setidaknya VAR bisa menyarankan Atkinson untuk meninjau langsung tayangan ulang di monitor yang tersedia di tepi lapangan.

"Jika ia melihatnya, sudah pasti wasit akan memberi penalti, sehingga keputusan tadi sungguh membingungkan bagi saya," katanya.

"Itu cukup membuat frustrasi, karena aturan yang berlaku sepertinya bergerak ke arah yang lebih baik. Wasit lebih banyak menyimak layar VAR langsung di awal musim ini, sebab yang bertugas di lapangan sudah sepantasnya memiliki tanggung jawab terbesar, itulah mengapa ada monitor," ujar Lampard panjang lebar.

Insiden itu boleh dibilang satu-satunya kesempatan Chelsea sepanjang laga, sebab mereka lebih banyak gagal menembus lini pertahanan MU yang tampil sangat solid di laga itu.

Bahkan, Chelsea harus beberapa kali bergantung pada penyelamatan kiper Edouard Mendy yang menggagalkan setidaknya tiga peluang bagus dari tuan rumah.

"Saya sangat puas dengan penampilan Mendy. Sangat bagus. Anda bergantung kepada kiper dalam situasi semacam itu. Ini laga ketat yang tak banyak diwarnai peluang. Jadi Mendy memperlihatkan peran yang memang dibutuhkan," pungkas Lampard.

Hasil itu membuat Chelsea untuk sementara naik ke urutan keenam klasemen dengan koleksi sembilan poin jelang lawatan ke markas Burnley dalam pertandingan berikutnya Sabtu (31/10) pekan depan.

Namun, tiga hari sebelumnya Lampard akan memimpin skuatnya bertolak ke Rusia meladeni Krasnodar dalam lanjutan Liga Champions.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar