Jakarta (ANTARA) — Memasuki tahun 2026, pasar saham Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh seiring pemulihan ekonomi global dan meningkatnya partisipasi investor ritel. Di tengah tren tersebut, pemilihan aplikasi saham menjadi faktor penting untuk mendukung keamanan, efisiensi, serta optimalisasi keputusan investasi. Sejumlah platform investasi kini menawarkan fitur analisis, biaya kompetitif, dan akses pasar domestik maupun global, dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
Berdasarkan fitur, kemudahan penggunaan, biaya transaksi, keamanan, serta ulasan pengguna, berikut tujuh aplikasi saham yang direkomendasikan untuk investor pada 2026.
Aplikasi pertama adalah Ajaib, yang dikenal luas sebagai platform ramah bagi investor pemula. Melalui dukungan Ajaib Sekuritas, aplikasi ini menyediakan pembukaan rekening saham secara daring, antarmuka sederhana, serta rekomendasi saham berbasis profil risiko. Selain saham, Ajaib juga terintegrasi dengan produk reksa dana dan obligasi.
Selanjutnya, Reku menjadi salah satu platform yang menonjol berkat akses ke indeks saham Amerika Serikat dan ETF global. Berawal dari aplikasi aset kripto, Reku kini menawarkan lebih dari 650 saham dan ETF AS dengan modal mulai dari US$1. Platform ini menyediakan jam perdagangan hingga 24 jam, biaya transaksi rendah, konversi mata uang transparan, serta fitur analisis seperti Reku Insights. Reku terdaftar di BAPPEBTI dan berada dalam pengawasan OJK.
Stockbit juga masuk dalam daftar sebagai platform yang mengombinasikan fitur trading dengan komunitas diskusi saham. Dikembangkan oleh Stockbit Sekuritas Digital, aplikasi ini menyediakan data fundamental, screener saham, serta fasilitas virtual trading. Pendekatan berbasis komunitas menjadikan Stockbit populer di kalangan investor ritel aktif di pasar domestik.
Sementara itu, IPOT dari Indo Premier Sekuritas dikenal sebagai salah satu pionir investasi online di Indonesia. IPOT menawarkan ekosistem investasi yang mencakup saham, ETF, reksa dana, dan obligasi, dilengkapi fitur robo trading serta alat analisis teknikal untuk trader berpengalaman.
Aplikasi Pluang menghadirkan akses multi-aset, termasuk saham dan ETF Amerika Serikat, opsi (options), serta produk yield berbasis dolar AS. Platform ini telah mengantongi izin OJK dan BAPPEBTI, dengan fokus pada transparansi biaya dan diversifikasi investasi global.
Untuk investor yang mengutamakan riset pasar domestik, M-STOCK dari Mirae Asset Sekuritas menjadi pilihan. Aplikasi ini menyediakan data riset, analisis saham BEI, serta dukungan jaringan sekuritas yang luas, dengan fokus pada stabilitas dan informasi pasar.
Terakhir, MOST dari Mandiri Sekuritas mengandalkan integrasi dengan ekosistem Bank Mandiri. Platform ini menawarkan layanan trading saham, reksa dana, dan obligasi, disertai riset harian serta materi edukasi bagi investor ritel maupun institusional.
Pemilihan aplikasi saham terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing investor, baik dari sisi pasar yang dituju, tingkat pengalaman, maupun toleransi risiko. Investor disarankan untuk memastikan legalitas platform, memahami risiko pasar, serta melakukan diversifikasi portofolio sebagai langkah mitigasi risiko di tengah dinamika pasar saham 2026.
