Logo Header Antaranews Kepri

105 Anak Karimun Dapat Bantuan Perlengkapan Belajar

Kamis, 28 Juli 2011 21:48 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Sebanyak 105 anak dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan perlengkapan belajar dari Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Kecamatan Tebing, Kamis.

Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setkab Karimun Misrayati mengatakan, para penerima bantuan tersebut berasal dari tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Tanjung Balai Karimun, Meral dan Tebing.

Masing-masing anak mendapatkan satu paket perlengkapan belajar yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq.

''Bantuan ini bertujuan untuk mendorong program wajib belajar dan sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2011,'' katanya di sela-sela acara.

Misrayati mengatakan, tema HAN kali ini yaitu "Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak" dan sub tema "Saya Anak Indonesia Menjaga Kesehatan dan Kecerdasan".

Untuk mewujudkan tema tersebut, kata dia, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.

''Pada prinsipnya HAN bertujuan untuk mendorong upaya pemenuhan hak-hak anak dalam mendapatkan pendidikan sejak dini, kesehatan dan gizi yang cukup. Jadi bukan hanya sekedar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk tidak melupakan hak-hak anak yang harus dipenuhi,'' tuturnya.

Wakil Bupati Aunur Rafiq mengatakan tema HAN sejalan dengan prioritas program pemerintah daerah dalam menyukseskan program wajib belajar.

''Pemenuhan hak anak bisa optimal jika didukung semua pihak, terutama orang tua agar memiliki kesadaran tinggi untuk menyekolahkan anak. Program pemerintah tidak akan terwujud jika kesadaran masyarakat masih rendah dalam memperhatikan dan melindungi hak anak,'' ucapnya.

Menurut dia, rencana pemerintah daerah meningkatkan status Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi badan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan porsi anggaran untuk pemenuhan hak-hak anak.

''Anggaran untuk pemenuhan dan perlindungan anak masih rendah. keuanganan. Namun, ke depan akan kami tingkatkan dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,'' katanya.

(ANT-RD/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026