Logo Header Antaranews Kepri

KPU Karimun Diingatkan Soal Pemilih Fiktif

Senin, 22 Juli 2013 17:27 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengingatkan KPU setempat mengenai pemilih fiktif dalam Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2014 akibat pemutakhiran data yang tidak maksimal.

"Masa kerja Pantarlih yang cukup singkat memungkinkan adanya pemilih siluman atau fiktif dalam DPS. Kami berharap KPU meneliti kembali nama-nama pemilih dalam DPS sebelum ditetapkan menjadi DPT," kata Ketua Panwaslu Karimun Tiuridah Silitonga di Tanjung Balai Karimun.

Tiuridah mengatakan pemilih fiktif sangat mungkin lolos dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akibat tidak maksimalnya pemutakhiran data pemilih oleh Pantarlih.

Pembentukan Pantarlih di Karimun, menuru dia paling molor dibandingkan daerah lain yang seharusnya sudah selesai memutakhirkan data pemilih pada 9 Juni.

"Kenyataannya, Pantarlih baru dilantik pada pertengahan Juni. Akibatnya, banyak rumah warga yang tidak didatangi dan tidak ditempeli stiker oleh Pantarlih pertanda telah didata ulang sebagai pemilih untuk Pemilu 2014," ucapnya.

Pemilih fiktif atau pemilih siluman, kata dia lagi, bisa terjadi akibat pencatatan ganda, atau pemilihnya sudah pindah atau meninggal dunia dan rentan dimanfaatkan pihak-pihak yang berniat untuk curang dalam Pemilu.

"Kalau tidak diantisipasi sebelum penetapan DPT, kami khawatir data pemilih tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Di sisi, pemilih fiktif mengakibatkan penyelenggaraan Pemilu kurang sukses karena data golput atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya cukup besar," tuturnya.

Dia meminta komisioner KPU mulai bekerja maksimal meski baru dilantik menggantikan komisioner sebelumnya sementara tahapan Pemilu sudah berlangsung tujuh bulan.

"Panitia Pemungutan Suara juga kami harapkan proaktif membersihkan data pemilih dalam DPS dari pemilih fiktif itu," ucapnya.

Dia juga mengimbau pengurus partai politik dan bakal calon legislatif turut proaktif meneliti pemilih dalam DPS sehingga nama-nama yang terdaftar benar-benar pemilih riil.

"Bakal calon paling berkepentingan terkait data pemilih, karena itu kami minta juga ikut memantau daftar pemilih dalam DPS," tambahnya.

Berdasarkan data dari KPU Karimun, jumlah pemilih dalam DPS yang sudah diumumkan di sekretariat PPS, kantor lurah dan desa sebanyak 172.372 orang dengan 493 tempat pemungutan suara (TPS).

Pemilih sebanyak itu tersebar di 71 kelurahan dan desa pada 12 kecamatan. Rinciannya, jumlah pemilih di Kecamatan Karimun 37.903 orang, Moro 13.380 orang, Kundur 23.567, Meral 27.479, Tebing 17.862 dan Kecamatan Buru 7.644 orang.

Kemudian di Kundur Utara 8.918 orang, Kundur Barat 12.946, Durai 4.557, Meral Barat 8.276, Ungar 4.702 dan Kecamatan Belat sebanyak 5.138 orang.

Jumlah pemilih dalam DPS tersebut bertambah 5.554 orang dibandingkan pada Pilkada Karimun 2011 yang tercatat 166.818 orang. (Antara)

Editor: Nurul Hayat



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026