
KPU Batam Seleksi Ulang 24 Anggota PPS-PPK

Batam (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam kembali melakukan seleksi terhadap 24 orang yang berminat menjadi anggota PPS dan PPK, setelah beberapa orang anggota lama keluar atau dipecat karena terlibat kecurangan dalam tahapan pemilu.
"Karena ada ada beberapa anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang terlibat kecurangan dalam input data pemilih maupun menyatakan keluar atau mengundurkan diri. Jadi kami butuh anggota baru yang benar-benar berminat dan memiliki kemampuan," kata Komisioner KPU Batam, Ahmad Yani di Batam, Jumat.
Selesksi, kata dia, sesuai dengan surat edaran KPU nomor 870 tahun 2013 yang menyatakan KPU wajib memberikan regulasi penetapan kembali pada PPK dan PPS.
Yani mengatakan, 24 orang yang menjalani tes terdiri dari 12 calon PPS dan 12 orang PPK yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Lubukbaja, Sagulung, Bengkong, Batam Kota, Seibeduk, Batu Ampar dan Batuaji.
"Seleksi sudah berjalan sejak Rabu (15/1) lalu. Mulai dari tes tertulis dan hari ini tes wawancara pada seluruh peserta," kata Yani.
Tes wawancara, kata dia, dilakukan langsung oleh empat komisioner KPU Batam Mulkan Siregar, Yudi Kornelis dan Jernih Siregar dan Ahmad Yani.
"Pada tes wawancara kami menitikberatkan pertanyaan pada integritas, kapabilitas dan independensi jika mereka terpilih sebagai anggota PPS atau PPK. Kami tidak ingin hal-hal yang terjadi sebelumnya terulang," kata dia.
Sebelumnya, KPU Batam menonaktifkan sejumlah PPK dan PPS karena terindikasi terlibat penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT) pada beberapa wilayah dengan jumlah mencolok.
KPU Batam juga menyatakan, sebagian lain mengundurkan diri karena takut dianggap terlibat kasus penggelembungan DPT.
DPT bermasalah di Batam paling mencolok terdapat di Perumahan Villa Pesona Asri Batam Centre dimana ada 1.106 DPT memiliki alamat sama. Sementara itu, di Permahan Bida Asri Batam Centre juga ditemukan sekitar 1.900 DPT ganda.
Dari temuan tersebut, Ketua KPU Batam menyatakan telah terjadi kesalahan input data pada tingkat PPS dan PPK karena waktu untuk yang diberikan untuk memasukkan data tersebut sangat sempit. (Antara)
Editor:Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
