Perusda Karimun Kelola Pasar Puan Maimun

id Perusda,Karimun,Pasar,Puan,Maimun

Karimun (Antara Kepri) - Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun mengambilalih pengelolaan Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang sejak selesai dibangun dikelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.

"Secara administrasi memang belum, tapi secara operasional sudah diserahkan kepada kami," kata Direktur Utama Perusda Karimun Devanan Syam di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Devanan Syam mengatakan, pengambilalihan Pasar Puan Maimun sesuai dengan persetujuan dari DPRD dan pemerintah daerah agar pengelolaan pasar tersebut bisa lebih optimal dan profesional. Apalagi Perusda sudah sejak lama mengelola sejumlah pasar, termasuk Pasar Puakang, tempat para pedagang Pasar Puan Maimun berjualan sebelum direlokasi ke pasar dengan tiga lantai tersebut.

"Dewan setuju Pasar Puan Maimun dikelola Perusda," ucap dia.

Devanan yang baru dilantik sebagai Dirut Perusda pada Desember 2014 mengatakan, tahap awal dirinya akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh pedagang yang berjualan di Pasar Puan Maimun.

"Pendataan ulang bertujuan untuk memudahkan penataan agar aktivitas perdagangan tidak semrawut," ucapnya.

Ia juga mengatakan sedang mendata sarana prasarana yang masih kurang untuk selanjutnya dilengkapi sehingga suasana pasar terasa nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Pasar yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah itu, menurut dia akan dikelola menerapkan konsep pasar moderen, sehingga jauh dari kesan kumuh dan semrawut layaknya pasar tradisional.

"Sesuai keinginan bupati, kita ingin ciptakan pasar ini sebagai pasar tradisional tapi menggunakan konsep pasar modern, seperti mal atau swalayan," kata dia.

Ia juga mengatakan tengah menyosialisasikan tarif sewa kios kepada para pedagang sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Tarif sewa kios yang disepakati pedagang segera kita berlakukan setelah disosialisasikan lebih dahulu," katanya.

Pasar Puan Maimun terdiri dari dua bangunan, yaitu Blok A dan Blok B. Bangunan Blok A untuk pedagang sandang dan garmen, terdiri atas 70 kios di lantai satu, 73 kios di lantai dua, dan beberapa kios di lantai tiga untuk pusat jajanan dan permainan anak-anak. Sedangkan bangunan Blok A untuk pedagang basah seperti ikan dan sayuran, terdiri atas 186 lapak dan 28 kios di lantai satu, 186 lapak dan 28 kios di lantai dua serta lantai tiga untuk pusat jajanan dan perkantoran. (Antara)

Editor: Sri Muryono

Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE