BPS: Wisman ke Kepri naik 3,92 persen

id wisatawan mancanegara ke kepri,kunjungan wisatawan kepri

Sejak beberapa tahun lalu, wisatawan asal Singapura paling banyak berkunjung ke Kepri. Salah satu penyebabnya, Kepri bertetangga dengan Singapura

Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Badan Pusat Statisik mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada November 2017 mencapai 168.113 orang, naik 3,92 persen dibandingkan dengan kondisi satu bulan sebelumnya.

"Jumlah wisman pada Oktober 2017 sebanyak 161.770 kunjungan. Jika dibandingkan dengan November 2016, kunjungan wisman November 2017 mengalami kenaikan sebesar 18,35 persen," kata Kepala BPS Kepri Panasunan Siregar di Tanjungpinang, Selasa.

Jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri pada Januari-November 2017, lanjutnya mencapai 1.815.978 orang. Jumlah wisman tahun 2017 tersebut naik 6,29 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 1.708.500 orang.

Ia mengatakan wisman yang berkunjung ke Kepri pada Januari -November 2017 didominasi oleh wisatawan berkebangsaan Singapura, sama seperti pada bulan sebelumnya. Jumlah wisatawan asal Singapura yang berkunjung ke Kepri mencapai 49,91 persen dari total jumlah wisman pada Januari-November 2017.

"Sejak beberapa tahun lalu, wisatawan asal Singapura paling banyak berkunjung ke Kepri. Salah satu penyebabnya, Kepri bertetangga dengan Singapura," ucapnya.

Siregar mengemukakan wisman yang berkunjung ke Kepri melalui pintu masuk di Batam paling banyak atau menempati urutan pertama. Wisman yang berkunjung ke Kepri melalui pelabuhan di Bintan dan Karimun juga cukup banyak.

Sementara tingkat hunian kamar hotel berbintang di Kepri pada November 2017 mencapai rata -rata 58,35 persen atau naik 4,85 poin dibandingkan dengan Oktober 2017 sebesar 53,50 persen.

"Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada November 2017 adalah 1,91 hari, atau turun 0,26 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Oktober 2017," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia (BPS dan BI) untuk memantau belanja wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wilayah itu.

"Tahun 2018 kami akan membangun kerja sama dengan BPS dan BI untuk menganalisis belanja wisman yang berkunjung ke Kepri. Ini penting sebagai bahan evaluasi," katanya.

Selama ini, kata dia BPS menyajikan data berupa jumlah wisman yang berkunjung melalui pintu masuk di Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang. Selain itu, BPS juga mencatat lama menginap wisman di hotel.

Setelah dianalisis, pemerintah daerah juga membutuhkan informasi dari pihak yang berwenang terkait efek positif dari kunjungan wisman. Wisman yang berkunjung ke Kepri pasti berbelanja.

Namun sampai sekarang belum diketahui berapa rata-rata setiap wisman berbelanja di Kepri. Pemerintah daerah dan warga sekitar kawasan wisata harus mengetahui selera wisman, selain menikmati kuliner asal Kepri.

Di Eropa, lanjutnya informasi tersebut diberikan kepada pemerintah.

"Hasil evaluasi akan melahirkan kebijakan baru yang menguntungkan warga lokal terkait apa yang dibutuhkan wisman. Warga dapat menyediakan sesuai kebutuhan wisman," ucapnya.  (baca juga: BPS: Kepri Inflasi 0,73 persen)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar