Kabel bawah laut telkom putus

id Kabel bawah laut telkom putus

Kabel bawah laut telkom putus

PT Telkom Indonesia ()

Agar tidak terus terulang Sony meminta ke syahbandar agar kapal-kapal tidak melakukan aktivitas lego jangkar di sekitar kabel bawah tanah perusahaan yang dipimpinnya.
Batam (Antaranews Kepri) - Kabel optik bawah laut milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel Riau Kepulauan putus terkena jangkar kapal tangker yang parkir di sekitar laut lepas akibatnya jaringan internet di wilayah tersebut terganggu sejak Selasa (9/1) lalu. 

GM Telkom Witel Riau Kepulauan Sony Budi Winarso, di Batam, Senin, mengatakan kabel optik putus dengan jarak sekitar 40,5 kilometer dari perairan Batam dan mengakibatkan jaringan ke wilayah Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau
terganggu. 

Ia menjelaskan saat ini pihaknya sedang berupaya untuk melakukan perbaikan. "Tanggal 18 hari Kamis kapal kita akan turun ke sana untuk melakukan penyambungan," katanya. 

Sony mengatakan guna memberikan pelayanan kepada para pelanggan di Kabupaten Karimun pihaknya mensuplai jaringan internet dengan menggunakan radio. 

Namun kecepatannya tidak sebesar dari kabel utama. Sony mengatakan meski kabel bawah laut perusahaannya putus tetapi tidak menganggu jaringan internet di Kota Batam. 

"Batam merupakan hub internet jaringan dalam dan luar negeri, dan memiliki jaringan lain sehingga tidak terganggu," katanya.

Ia mengatakan ini bukan kejadian pertama, pada tahun lalu kabel bawah laut PT Telkom Witel Riau Kepulauan juga terputus karena hal yang sama. 

"Tahun lalu itu yang pertama putusnya itu di kilometer enam dari perairan Batam dan sudah kita sambung," katanya. 

Agar tidak terus terulang Sony mengatakan akan melakukan pertemuan dengan pihak syahbandar dan mengajukan permohonan agar kapal-kapal tidak melakukan aktivitas lego jangkar di sekitar kabel bawah tanah perusahan yang dipimpinnya.

"Kita akan mengajukan kerjasama dengan pihak Syahbandar untuk mengantisipasi agar tidak berulang," ujarnya.(Antara)

Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar