Mega Designer hidupkan kembali budaya busana Muslim

id mega designer,batam fashion parade,fashion lifestyle

Dwi Ratnasari seorang model tengah mengenakan busana muslimah dari Neera Alatas. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Indonesia yang sudah dicanangkan menjadi ikon budaya dan juga sebagai kiblatnya fashion Muslim dunia diharapkan dapat memotivasi para hijabers untuk menghidupkan kembali budaya Muslim di daerah perbatasan.
Batam (Antaranews Kepri) - Puluhan desainer nasional dan lokal menggelar Batam Fashion Parade 2018 untuk menghidupkan kembali budaya busana Muslim di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Perwakilan dari Indonesia Fashion Chamber, Irna Mutiara di Batam, Selasa mengatakan, Indonesia yang sudah dicanangkan menjadi ikon budaya dan juga sebagai kiblatnya fashion Muslim dunia diharapkan dapat memotivasi para hijabers untuk menghidupkan kembali budaya Muslim di daerah perbatasan.

"Oleh sebab itu kita mengadakan Batam Fashion Parade yang digagas oleh Lina Sukijo bersama Mega Designer, dengan harapan agar menjadi salah satu tempat yang dapat mewadahi kreativitas fashion designer di Kepri hingga ke kancah internasional," kata Irna.

Puluhan Mega Designer ternama yang terlibat dalam Batam Fashion Parade itu antara lain seperti, Najua Yanti, Anemone by Hennie Hananto, Sessa by Gusmi dan Monika Jufry Indonesia, Irna Leperle, La Rose Syar'i, Okays Gallery, Irma Intan, Hannera Atelier, Meema Style, LUHUNG de la mode, Prime Key De Label by Yuni Soehandi, Little Nasywa, Neera Alatas, Fareza Syar'i, Noviasaki, Amany Moeslim by Rsy, Mandhira, Hana Luna, Arka Alin, Lamia Syar'i dan Aemtobe.

 
22 desainer nasional dan lokal yang tergabung dalam Mega Designer. (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Bersamaan dengan kegiatan Batam Fashion Parade itu sekaligus menandai peresmian Islamic Boutique yang berlokasi di Ruko Taman Lakota Blok E No 11 Bida Asri, Batam Kota.

Lina Sukijo kepada Antara mengatakan, Islamic Boutique dipersembahkan untuk para penggiat fashion di Batam dan para pekerja kreativitas seni untuk memulai mengenal lebih dalam mengenai kain Tenun dan Batik Batam.

"Insyallah Kain Tenun dan Batik Batam akan launching pada awal bulan Juli, dan kegiatan Batam Fashion Parade ini akan menjadi agenda tahunan," katanya.

Agenda tempat berkumpul dan belajar bersama para desainer ini terlaksana kata Lina berkat adanya dukungan dari Bank Indonesia. Kedepannya, peserta yang terlibat dalam Batam Fashion Parade ini dapat bertambah, sehingga mampu menjadi wadah dan menampung inspirasi dari kreativitas fashion designer di Kepri.

Batam Fashion Parade ini pun mendapatkan apreasiasi dari penggiat fotografi di Batam.

"Bagi kami para penggiat fotografi, kegiatan ini juga menjadi wadah kami dalam berkreativitas. Selain dari busana yang ditampilkan sangat unik, model yang dihadirkan juga sangat cantik," singkat Penggiat Fotografi di Batam, Dhani. (Antara)

Lihat Video:
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar