Tim labfor selidiki penyebab kebakaran di Batam

id kebakaran ruli,rumah liar,kampung belian,kebakaran di batam

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Itu ada ahlinya kita tunggu saja, saya tidak bisa menyimpulkan penyebab sementaranya
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kota Medan turun ke lokasi kebakaran di Kampung Belian Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau untuk menyelidiki penyebab utama peristiwa tersebut.

"Kita sudah koordinasi dengan tim Labfor Kota Medan dan nanti sore mereka akan tiba di sini," kata Kapolresta Barelang Kombes Hengki, di Batam, Sabtu.

Baca juga: Ratusan rumah liar di Batam terbakar

Hengki mengatakan tidak dapat menduga-duga apa yang menjadi penyebab kebakaran tersebut. 

"Itu ada ahlinya kita tunggu saja, saya tidak bisa menyimpulkan penyebab sementaranya," ujar Hengki.

Menurut Hengki, pada peristiwa tersebut pihaknya tidak menemukan bukti adanya unsur sabotase atau kesengajaan, meski lokasi kebakaran sekitar gedung-gedung pemerintahan.

"Sudah ada empat atau lima saksi yang sedang kita mintai keterangan," papar Hengki.

Hengki mengimbau kepada seluruh korban kebakaran agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan untuk mengetahui kondisi mereka pasca kejadian tersebut.

"Tim medis kita 'standbye' di sini untuk memeriksa kesehatan para korban," kata Hengki.

Sementara itu di posko penampungan tampak korban kebakaran saling berbagi cerita mengenai peristiwa yang dialami mereka.

Tidak hanya cerita sedih karena kediamannya rata dengan tanah. Tapi juga menceritakan seekor ular phyton seukuran betis orang dewasa yang ditemukan mati di dalam parit.

Baca juga: Kerugian kebakaran di ruli Batam mencapai Rp4 miliar

"Ular itu sudah dua minggu kami cari karena sering memakan ayam-ayam kami," kata Abdi.

Abdi mengatakan binatang melata tersebut ada dua ekor dan yang ditemukan mati hanya satu ekor.

Kedua ular tersebut lanjut Abdi, kerap bersembunyi di dekat sepitank milik salah seorang warga.(Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar