Warga Batam mandi di parit akibat pipa bocor

id atb batam

Warga Batam mandi di parit akibat pipa bocor

Anak-anak perumahan Marina, Batuaji, Kota Batam, mandi di parit yang berada di Jalan Ahmad Dahlan. Aktivitas itu dilakukan karena sudah dua hari perumahan mereka tidak teraliri air bersih dari PT ATB. (ANTARA News Kepri/Messa Haris).

Meski air parit yang digunakan untuk memandikan kedua buah hatinya bersih, Randi mengaku tetap was-was.
Batam (Antaranews Kepri) - Warga Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau terpaksa mandi di parit akibat pipa air bersih yang menuju kediaman mereka bocor dan tidak mengalir sejak Selasa (4/9) lalu.

Warga perumahan Marina, Randi, di Batam, Kamis, mengatakan akibat putusnya suplai air ke kawasan mereka mengakibatkan kegiatan sehari-hari mereka terganggu.

"Anak-anak saya harus mandi di parit yang berada di sekitar Jalan Ahmad Dahlan," kata Randi kepada Antara.

Meski air parit yang digunakan untuk memandikan kedua buah hatinya bersih, Randi mengaku tetap was-was.

Terlebih sudah banyak warga lainnya yang menggunakan parit tersebut unntuk mandi.

"Awalnya kami membeli air di depot isi ulang, tapi setelah dua hari mereka kehabisan stok. Mau nggak mau kami ambil air dari parit," keluhnya.

Sementara itu, Head of Corporate Secretary PT Adhya Tirta Batam (ATB), Maria Y Jacobus mengatakan, suplai air yang disalurkan perusahaannya terganggu karena ada pipa induk yang bocor.

"Pipa utama dengan diameter 500 milimeter di Simpang Basecamp sejak Selasa kemarin," kata dia.

Bocornya pipa induk tersebut berdampak terhadap suplai air bersih di dua wilayah yaitu Kecamatan Batuaji dan Sagulung.

"Di wilayah tersebut diperkirakan ada sekitar empat sampai lima ribu pelanggan," paparnya.

Mengetahui adanya kebocoran, tim distribusi langsung melakukan perbaikan pada Rabu (5/9) dan air baru bisa disalurkan kembali pada pukul 22.00 WIB.

Menurut dia saat ini sedang dalam tahap normalisasi penyaluran.

Karena lanjutnya, dalam mensuplai air diperlukan proses yang cukup panjang.

Terlebih lagi adanya kepanikan dari warga yang telah teraliri dengan cara menampung air bersih dalam jumlah cukup banyak.

"Mereka takut air mati lagi, jadi air ditampung banyak-banyak dan ini berdampak kepada pelanggan kita yang rumahnya jauh dari lokasi kebocoran," ujarnya.

Maria mengatakan, pihaknya tidak memberikan bantuan berupa mobil tangki karena suplai air ke wilayah tersebut tidak mati total.

"Bantuan berupa mobil tangki itu ada mekanismenya, minimal air ke pelanggan itu tidak mengalir 1x24 jam. Tapi di kejadian ini tidak," ucapnya.

Ia menambahkan bocornya pipa air PT ATB kerap terjadi karena saat ini Kota Batam sedang melakukan pelebaran jalan.

Sehingga pipa-pipa PT ATB terkena dampak dari aktivitas pengerukan tanah dengan alat berat oleh pihak ketiga.

"Juli kemarin, ada 186 titik kebocoran pipa karena terkena kerukan alat berat," pungkasnya.(Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar