Pelajar Batam dapat bantuan kuota

id kuota untuk pelajar, penyaluran kuota untuk pelajar batam,bantuan kuota untuk pelajar,bantuan kuota pelajar

Pelajar Batam dapat bantuan kuota

Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama perwakilan dari Indosat dan XL berfoto bersama pelajar usai menyerahkan secara simbolis bantuan kuota untuk belajar dari rumah. (Dok Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan kuota internet untuk pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari dua opertor telepon selular, Indosat dan XL, Kamis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepri Hendri Arulan menyampaikan, kuota internet diberikan dalam bentuk kartu perdana Indosat, XL dan Axis.

"Selain yang akan dibantu Kemdikbud, pada acara ini bantuan kartu perdana dari Indosat dan XL. Satu kartu pasca registrasi mendapat 30 GB," kata Hendri.

Ia menyampaikan total 68 ribu kartu perdana dari dua operator telepon seluler, yaitu 28.000 kartu perdana Indosat dan 40.000 kartu perdana XL dan Axis.

Menurut dia, bantuan kartu perdana itu relatif kurang dibandingkan jumlah siswa SD dan SMP di kota kepulauan yang mencapai 191.331 pelajar.

Karenanya, pihaknya membuka kesempatan kepada pihak lain yang ingin memberikan bantuan.

"Perihal kuota ini, tanggal 7 lalu kami dapat surat dari kementerian. Selang sehari, Wali Kota langsung memerintahkan kami menindaklanjuti. Untuk itu kami berkoordinasi dengan operator seluler," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan penerapan belajar dari rumah masih harus diterapkan karena pandemi COVID-19 belum berlalu.

Kebijakan belajar dari rumah merupakan upaya pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona.

"Sebelum nanti dibuka, kita harus pahami dulu kondisi pandemi sekarang, angkanya sudah mencapai 1.000 kasus. Kalau saya buka sekolah tatap muka sekarang, maka saya masuk golongan orang yang ikut menghancurkan hidup anak-anak kita ini. Pertanggungjawabannya dunia akhirat," kata dia.

Wali Kota kembali mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19.

"Kalau tidak ada yang penting untuk keluar rumah, jangan ke luar. Jika terpaksa, taati protokol kesehatan, terutama jangan lupa masker," kata dia.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar