Tanjungpinang terapkan sistem kartu pintar untuk uji KIR

id Kartu pintar KIR

Tanjungpinang terapkan sistem kartu pintar untuk uji KIR

Pelaksanaan uji KIR di kantor Dishub Kota Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/(Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Kepri, sudah mulai menerapkan sistem smart card atau kartu pintar untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan uji kelayakan kendaraan atau KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, Sabtu mengatakan kartu pintar itu sebagai ganti buku uji KIR yang merupakan aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang harus dimulai di tahun 2021.

"Alhamdulillah, untuk Tanjungpinang sudah dimulai tanggal 15 Februari 2021," kata Bambang.

Bambang mengatakan pemerintah pusat sendiri telah mengintruksikan atau mewajibkan bagi pemda kabupaten kota yang tidak memiliki alat uji dengan menggunakan kartu pintar dilarang untuk melaksanakan pengujian.

"Di Provinsi Kepri, baru ada itu di Tanjungpinang dan Batam. Kemudian, Kabupaten Bintan alatnya sudah ada tapi belum digunakan, jadi otomatis harus numpang uji di Tanjungpinang," ucapnya

Dia menuturkan, penggunaan sistem kartu pintar ini juga sudah terintegrasi dengan Kemenhub RI sehingga lebih mudah dan efektif.

Seluruh database kendaraan tersimpan secara elektronik dan dapat dibaca melalui aplikasi cek KIR secara online.

"Kartu tersebut memiliki memori terpadu mikroprosesor yang telah dipendam. Di dalamnya berisikan data kendaraan yang lulus uji," ujarnya.

Setelah tahap kendaraan diuji, lanjutnya, semua hasil pengujian akan dicetak langsung secara cepat.

Pemilik kendaraan akan mendapatkan kartu pintar, stiker, dan sertifikat lulus uji.

"Sertifikat uji berisi dokumen baik posisi tampak depan, belakang, samping, nomor, alamat pemilik, hingga foto warna kendaraan," tuturnya.

Bambang meminta kepada pemilik mobil yang wajib uji KIR melaksanakan pengujian dengan sebaik-baiknya.

Ia menyarankan sebelum melakukan pengujian, diharapkan terlebih dahulu mengecek kondisi kendaraan, mulai dari mesin, perlengkapan, rem, ban, lampu, spion, termasuk knalpot.

"Supaya ketika pengujian bisa langsung lulus. Karena yang menentukan lulus tidaknya itu diukur menggunakan alat. Memang kalau nanti tidak lulus di kasi waktu untuk perbaikan, kemudian kembali lagi dengan batas waktu yang ditentukan untuk uji ulang," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Tanjungpinang Alfizar menyebut sejak penggunaan kartu pintar, ada 15 kendaraan yang melakukan uji KIR seperti truk dan pickup.

"Dari 15 kendaraan tersebut, tujuh yang tidak lulus uji. Dan kartu pintar ini, hanya kita keluarkan untuk kendaraan yang telah lulus uji. Karena, di kartu ini ada nomor serinya," ucapnya

Pengguna uji kir dengan kartu pintar ini bisa dilakukan dengan di tab dan bercode. Kartu ini juga ada stiker hologram yang juga ditempel di kaca kendaraan.

Menurutnya dengan penggunaan sistem kartunointar ini, pengujian kendaraan lebih efektif dan simple.

"Bahkan memudahkan petugas dalam merekap data yang melakukan uji KIR, lantaran kendaraan yang masuk secara otomatis sudah terekap di aplikasi," sebutnya.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar