Gabungan Komunitas di Natuna menaja "Dulong Budaye"

id Natuna, budaya, seni, tradisi, pelestarian budaya natuna

Gabungan Komunitas di Natuna menaja "Dulong Budaye"

Foto bersama gabungan komunitas yang terdiri dari Kompasbenua (Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Melayu Natuna), Komunitas Natunasastra, dan UKM PIKM STAI Natuna usai mengadakan kegiatan budaya bertajuk Dulong Budaye di Aula SMAN 2 Bunguran Timur, Natuna, Sabtu (27/3). (Antara Kepri/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Demi melestarikan kebudayaan di Kabupaten Natuna, beberapa gabungan komunitas diantaranya Kompasbenua (Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Melayu Natuna), Komunitas Natunasastra, dan UKM PIKM STAI Natuna mengadakan kegiatan budaya bertajuk Dulong Budaye di Aula SMAN 2 Bunguran Timur, Natuna, Sabtu.

"Kegiatan Dulong Budaye ini merupakan kegiatan serial yang insya Allah berkelanjutan nantinya, tentunya dengan tema yang berbeda. Untuk kali ini tema yang diusung adalah pantun," kata ketua panitia pelaksana, Wahyudi.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan digelar secara berkala, dan terus menerus untuk menjaga kelestarian seni budaya melayu Natuna.

"Jadi Dulong Budaye ini diambil dari bahasa Bunguran Barat, Dulong itu berarti satu paket makanan yang dihidangkan jika ada acara besar bagi masyarakat melayu, nah jadi Dulong Budaye yang kami taja ini adalah suatu paket budaya yang akan kami gelar secara berkala untuk melestarikan budaya daerah," terang Wahyudi.

Tema pantun dipilih menurut Wahyudi sangat tepat untuk saat ini, karena pada Desember 2020 lalu pantun sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO bagi negara Indonesia dan Malaysia.

 "Jadi sangat disayangkan, budaya pantun yang sudah diakui oleh dunia namun terlupakan oleh bangsanya sendiri, itu salah satu dasar kami mengangkat tema ini," tambah Wahyudi.

Peserta Dulong Budaye melibatkan siswa-siswi SLTA di Bunguran Timur dan komunitas yang ada di Natuna. Sebagai pemateri yaitu Ellyzan Katan.

Selain itu, ketua STAI Natuna, Kartubi dalam sambutannya mengapresiasi para panitia kegiatan Dulong Budaye tersebut.

"Saya merasa bangga terhadap para pemuda yang mau bergerak dan melestarikan budaya bangsa sendiri," kata Kartubi.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan sangat diperlukan kegiatan melestarikan dan menjaga budaya-budaya lama yang ada di Natuna.

"Kita ketahui bersama bahwa sekarang ini STAI Natuna sudah dijadikan pusat tamadun Melayu yang mana di lingkungan STAI tersebut akan menjadi pusat peradaban dan perkembangan kebudayaan Melayu Natuna," Kata Kartubi.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar