Kenang KRI Nanggala 402 penyelam pasang bendera setengah tiang di dasar laut

id Natuna, pengibaran bendera setengah tiang, KRI Nanggala 402, Kolonel Harry Setyawan, mabes TNI, TNI AL, kapal selam

Kenang KRI Nanggala 402 penyelam pasang bendera setengah tiang di dasar laut

Tampak salah satu penyelam berada di samping bendera merah putih setengah tiang, Natuna, Senin (26/4). (Antara Kepri/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Komunitas jelajah bahari Natuna yang terdiri dari para penyelam melakukan pemasangan bendera merah putih setengah tiang, di dasar laut sebagai bentuk penghormatan kepada awak KRI Nanggala 402, Sepempang, Bunguran Timur, Natuna, Senin.

"Itu bentuk berkabungnya para penyelam atas gugurnya 53 kru KRI Nanggala 402," kata anggota jelajah bahari Natuna, Syamsul Bahri.

Kegiatan pemasangan bendera setengah tiang di dasar laut perairan Natuna, tersebut melibatkan 6 orang penyelam, dan satu diantaranya perempuan.

"Kita tidak ada perencanaan khusus, lebih pada spontanitas kawan - kawan, karena memang kita selalu melakukan aktifitas di bawah laut," kata Syamsul.

Ia juga mengungkapkan diantara 53 awak KRI Nanggala 402, salah satunya adalah mantan Danlanal Ranai yang saat terjadi musibah menjabat sebagai Dansatsel dan berada di dalam KRI Nanggala 402 saat kejadian.

"Turut berduka cita, kami punya kesan tersendiri teruntuk Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, semasa beliau menjabat sebagai Danlanal Ranai hingga menjabat Dansatsel kita selalu berkomunikasi," kenangnya.

Kolonel Harry Setyawan juga aktif dalam kegiatan pengibaran bendera bawah laut semasa bertugas di Natuna.

"Kita pernah bareng menyusun agenda upacara bawah laut untuk memperingati hari besar seperti 17 Agustus dua tahun yang lalu bersama beliau," ujarnya.

Syamsul, mewakili rekannya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga 53 awak KRI Nanggala 402, semoga keluarga yang ditinggalkan, tabah.

"Selamat bertugas prajurit Hiu Kencana selamanya di Samudra, semoga 53 pahlawan Jalasena sejati di tempatkan di tempat terbaik di Surga, Wira Ananta Rudihira, Tabah Sampai Akhir, Jalasveva Jayamahe," tutup Syamsul.

 
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar