Budi daya udang vaname berkembang di Kepri

id DKP,budidaya udang vaname,berkembang,di Kepri

Budi daya udang vaname berkembang di Kepri

Udang vaname siap dipanen (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) menyatakan budi daya udang vaname di wilayah itu berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala DKP Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Rabu, sejumlah pengusaha asing dan pengusaha daerah mengembangkan bisnis udang vaname di sejumlah daerah di wilayah itu.

DKP Kepri mencatat empat perusahaan berhasil membangun dan mengembangkan budi daya udang vaname. Perusahaan itu yakni PT Bintan Sejahtera Selalu (PMA), CV Tani Rakyat Pengujan (PMD), PT Win Win Shirmp (PMA), dan PT Lautan Sejahtera Mandiri (PMA).

PT Bintan Sejahtera selalu mengembangkan budi daya udang vaname di atas lahan seluas 2 hektare Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, sedangkan CV Tani Rakyat Pengujan  di lahan 30 hektare di Desa Pengujan, Bintan.

PT Win Win Shirmp membangun budi daya udang vaname di atas lahan seluas 22 hektare di Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang, dan PT Lautan Sejahtera Mandiri mengelola budi daya udang vaname di atas lahan seluas 5 hektare di Pulau Bulan, Kota Batam.

Dalam setahun PT Bintan Sejahtera Selalu memproduksi 10-15 ton, yang dipasarkan di Tanjungpinang dan Bintan. CV Tani Rakyat Pengujan memproduksi 60 ton udang, dan dijual ke Batam. PT Win Win Shirmp memproduksi 30-40 ton udang vaname, yang dijual ke Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Sedangkan PT Lautan Sejahtera Mandiri memproduksi 25 ton udang vaname, yang dijual ke Batam dan Singapura.

"Bisnis udang vaname semakin lama semakin diminati," kata Arif.

Ia mengungkapkan produktivitas udang vaname tahun 2020 di Bintan 2.427 kg, Batam 173.450 kg, Karimun 12.013 kg, Lingga 15.109 kg, dan Natuna 6.891 kg.

"Jadi seluruh kabupaten dan kota di Kepri memproduksi udang vaname. Tahun 2020 produksi udang vaname asal Kepri mencapai 209.890 kg," ujarnya.

Arif mengatakan, bisnis pengalengan udang vaname di wilayah ini merupakan salah satu solusi yang tepat mendorong produktivitas udang vaname yang saat ini mulai berkembang. Pemasaran udang vaname yang sudah dikalengkan juga dapat meluas.

"Bisnis pengalengan udang vaname tentu menguntungkan, dengan pasar lokal, domestik dan internasional. Kami berharap ada investor yang tertarik membangun bisnis ini," katanya.

Perkembangan bisnis budi daya udang vaname di Kepri disebabkan kondisi cuaca dan wilayah itu yang memiliki luas lautan mencapai 96 persen, yang memungkinkan udang vaname berkembang biak.

"Peralatan yang dibutuhkan untuk budi daya udang vaname juga cukup sederhana, tidak membutuhkan biaya yang besar," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar